Orangutan Mati Tanpa Kepala, Menteri LHK Utus 2 Dirjen ke Kalteng

Orangutan Mati Tanpa Kepala, Menteri LHK Utus 2 Dirjen ke Kalteng

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 18 Jan 2018 07:43 WIB
Orangutan Mati Tanpa Kepala, Menteri LHK Utus 2 Dirjen ke Kalteng
Foto: Menteri LHK Siti Nurbaya (Usman Hadi/detikcom).
Jakarta - Penemuan orangutan mati tanpa kepala di Kalimantan Tengah menjadi perhatian Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK), Siti Nurbaya. Dia memerintahkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno dan Dirjen Gakkum Rasio Ridho Sani untuk turun ke lapangan dan meneliti kejadian ini.

"Saya minta Dirjen KSDAE meneliti di lapangan bersama Dirjen Gakkum tentang ini," kata Siti kepada detikcom, Kamis (18/1/2018).

Siti mengatakan hasil penelitian di lapangan akan menjadi landasan KLHK dalam mengambil langkah penyelesaian. Siti menerangkan orangutan termasuk dalam 25 satwa liar yang dilindungi dan diprioritaskan kelestariannya oleh KLHK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari hasil lapangan akan diambil langkah, sementara saya masih tunggu hasil dari dirjen. Orangutan termasuk 25 jenis satwa yang menjadi prioritas penanganan oleh KLHK dalam lima tahun periode ini," jelas Siti.

[Gambas:Video 20detik]


Siti menerangkan seluruh unit KSDAE di Tanah Air tahu kementerian memerangi pelaku kejahatan terhadap satwa dan wajib melindungi satwa liar. "Langkah-langkah gakkum (penegakan hukum) juga dilakukan untuk mengatasi kejahatan terhadap satwa dilindungi. Semua unit KSDAE se-Indonesia sudah tahu kewajiban ini," ujar Siti.

Seekor orangutan ditemukan mati mengambang di Sungai Barito, Buntok, Kalimantan Tengah. Bangkai orangutan itu ditemukan tanpa kepala dengan bulu yang sudah rontok.

Centre for Orangutan Protection (COP) menyebut bangkai orangutan itu ditemukan pada Senin, 15 Januari 2018, dini hari. Bangkai orangutan itu ditemukan warga yang berada di sekitar Jembatan Kalahien.

"Di dekat jembatan ditemukannya, masyarakat lokal yang melihat ada mayat. Masyarakat dan polisi narik (mayat), awalnya diduga manusia. Setelah ditarik ke pinggir sungai ditemukan kondisi bangkai tanpa kepala, ada beberapa luka, kami belum tahu sebabnya, sebelah kanan tulangnya kelihatan," kata Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani saat dihubungi via telepon, Rabu (17/1).

"Itu hasil wawancara dengan warga, kemudian bulu atau rambut seluruh tubuh sudah nggak ada, sudah dicabut semua," sambung dia. (aud/aan)


Berita Terkait