"Impor beras membuat harga beras lokal anjlok, petani merugi. Ini bentuk perlakuan tidak adil bagi petani. Dengan tegas kita menolaknya," kata Zulkifli dalam keterangannya.
Foto: Zulkifli Hasan/Dok DPP PAN |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria asal Lampung ini, jika beras impor masuk pada saat panen raya akan berimbas pada jumlah stok beras. Banjir stok akan membahayakan petani lokal.
"Kesengsaraan tergambar di hadapan petani-petani kita. Waktu menanam harganya bagus, begitu panen harganya anjlok akibat kebijakan yang tidak berpihak pada petani," kata Zulkifli.
Foto: Zulkifli Hasan/Dok DPP PAN |
Untuk itu Zulkifli mengajak ribuan kader PAN yang hadir turut menyuarakan kepentingan rakyat, khususnya petani lokal.
"Tugas kader untuk menyuarakan ini. Kita harus berpihak pada kepentingan rakyat," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memutuskan impor 500.000 ton beras akhir Januari 2018. Beras impor itu dipasok dari Thailand dan Vietnam. Selain dari kedua negara tetangga di ASEAN itu, beras impor juga akan dipasok dari Pakistan. Pemerintah telah menunjuk Perum Bulog selaku importir.
Bagi pemerintah impor beras untuk mengamankan cadangan di gudang Bulog. Dalam kondisi aman, cadangan beras di gudang Bulog harus di atas 1 Juta ton. "Ini untuk memperkuat cadangan beras kita. Agar tidak terjadi gejolak harga yang ada di daerah-daerah," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau saluran irigasi warga di Desa Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1/2018). (fjp/knv)











































Foto: Zulkifli Hasan/Dok DPP PAN
Foto: Zulkifli Hasan/Dok DPP PAN