DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 17:30 WIB

Rumah Cimanggis

Siapa Nyonya Belanda Pemilik Rumah 'Mak Lampir' Cimanggis

Aryo Bhawono - detikNews
Siapa Nyonya Belanda Pemilik Rumah Mak Lampir Cimanggis Foto: Masaul/detikcom
Jakarta - Rencana pemerintah membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan lapangan pemancar RRI Cimanggis, Depok, Jawa Barat menuai pro kontra. Ini lantaran ada kabar pemerintah juga akan menggusur sebuah bangunan bersejarah yang dibangun Belanda pada tahun 1775.

Kebetulan bangunan bersejarah yang dikenal dengan Rumah Cimanggis atau Gedong Tinggi itu lokasinya berada di tempat akan dibangunnya UIII.

Rumah Cimanggis dibangun oleh Gubernur Jenderal ke-29 Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Petrus Albertus van der Parra yang dibangun tahun 1775. Petrus Albertus membangun rumah tersebut untuk ditempati istrinya Adrianna Johanna Bake.

Baca juga: Melihat Rumah Cimanggis Tinggalan Gubernur VOC Korup

Siapa Adrianna Johanna Bake?

Siapa Nyonya Belanda Pemilik Rumah 'Mak Lampir' CimanggisFoto: Masaul/detikcom


Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut bahwa rumah itu untuk istri kedua pejabat VOC yang korup. Atas dasar itulah maka tak semestinya rumah itu dijadikan situs bersejarah.

"Pertama, rumah itu rumah istri kedua dari penjajah yang korup. Masak situs itu harus ditonjolkan terus. Jadi, rumah istri kedua gubernur yang korup, masak mau menjadi situs masa lalu," kata Wapres JK, Senin (15/1).

Baca juga: Warga Berharap Rumah Cimanggis Tak Digusur

Sejarawan JJ Rizal mengoreksi pernyataan Wapres Jusuf Kalla. Menurut Rijal Adriana memang istri kedua Petrus Albertus van der Parra. Namun Adriana tidak dipoligami. Petrus Albertus menikahi Adriana Johana setelah istri pertamanya meninggal dunia dua tahun sebelumnya.

"Maaf @Pak_JK suruh staf bapak riset sejarah yang bener, Johanna Bake itu bukan bini kedua dalam artian poligami, ia isteri yangg dikawin van der Parra setelah 2 taon ditinggal mati Elizabeth istri pertamanya," tulis JJ Rizal dalam akun Twiternya.

Siapa Nyonya Belanda Pemilik Rumah 'Mak Lampir' CimanggisFoto: Masaul/detikcom


Adriana Johana yang lahir pada 1743 adalah putri David Johan Bake, salah seorang petinggi VOC. Adriana Johana merupakan janda Anthony Gulden Arm, yang juga merupakan petinggi VOC.

Pada 1775 Petrus Albertus membuatkan Adriana sebuah rumah megah di Cimanggis. Rumah yang dirancang oleh arsitek David J. Smith selesai dibangun pada 1778.

Dari jejak-jejak yang tertinggal, Adriana Johana nampak suka keindahan dan kemewahan. Di masanya bangunan itu begitu indah. Rumah besar dengan pelataran dan perkebunan dengan tanaman rindang. Ada banyak pelayan di rumah itu.

Di bagian belakang rumah itu terdapat sebuah istal kuda. Setelah Adriana meninggal, rumah itu diserahkan ke Smith. Namun Smith bangkrut dan meninggalkan rumah tersebut.

Setelah tak ditempati Smith, rumah yang dulunya dikenal dengan Landhuis Tjimanggis itu jadi tempat persinggahan orang Belanda ketika akan menuju Pasar Cimanggis.

Kala itu jalur perjalanan masih buruk, pembangunan jalan raya Pos baru dilakukan oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 1808. Letak rumah itu sendiri menjorok sekitar satu kilometer dari Jalan Raya Bogor. Tempat pas untuk mengistirahatkan kuda dan penunggangnya.

Baca juga: Kisah Karangan Bunga di Rumah 'Mak Lampir' Nyonya Belanda

Kini bangunan bersejarah Rumah Cimanggis yang pernah ditempati oleh NY Adriana Petrus Albertus van der Parra nyaris rubuh dan terancam digusur. Kondisinya meprihatinkan dan mirip rumah 'Mak Lampir'.
(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed