Camat Dijadikan Kabag TU RS

Ontran-Ontran Temanggung

Camat Dijadikan Kabag TU RS

- detikNews
Rabu, 15 Jun 2005 16:24 WIB
Temanggung - Ontran-ontran di Temanggung membuat sesuatu yang tidak disangka-sangka kini dalam genggaman. Para sekretaris camat (Sekcam) tiba-tiba diangkat jadi camat. Seorang camat tiba-tiba diangkat menjadi kepala bagian (kabag) Rumah Sakit. Ini buntut dari kepemimpinan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo yang ditentang oleh para camat dan PNS. 12 Camat ramai-ramai mundur pada Januari 2005 lalu, sebagai protes terhadap Totok. Setelah mundur, mereka kini dimutasi menjadi staf bupati tanpa memiliki jabatan apa pun. Sebaliknya, Camat Kota Temanggung bernama Sukarsono yang tidak ikut mengundurkan diri dan memilih loyal kepada Totok malah naik pangkat. Bahkan beberapa sekretaris camat (sekcam) di sejumlah kecamatan juga naik menjadi camat menggantikan camat-camat yang mundur.Pada Jumat (10/6/2005), Sukarsono diangkat oleh bupati menjadi Kepala Bagian Tata Usaha RSU Djojonegoro. Tidak hanya Sukarsono saja, 7 orang camat lain yang loyal kepada Totok juga ikut mendapatkan posisi/kedudukan yang baru sebagai kepala bagian di dinas-dinas kabupaten penghasil tembakau itu."Saya dilantik bupati sebagai kabag TU di rumah sakit. Ini sekaligus meluruskan pemberitaan bahwa saya bukan dilantik jadi direktur rumah sakit," kata Sukarsono kepada wartawan di kantor Camat Kota Temanggung, Rabu (15/6/2005). Dia mengaku hingga hari ini dirinya belum masuk di kantor barunya dan masih berkantor di Kecamatan Temanggung. Sukarsono masih menunggu hingga situasi di Temanggung kembali normal dan kondusif. Menurut dia, jabatan yang diberikan kepadanya itu adalah amanah. Sesuai sumpah jabatan, dirinya siap ditempatkan di mana saja sebagai pegawai negeri. "Jadi ini bukan soal dukung mendukung tapi saya loyal kepada pemerintah. Soal adanya perbedaan pendapat dengan yang lain, itu tergantung dari mana kita menilainya," katanya.Dengan jabatan baru yang akan ditempati tidak lama lagi itu, kata Sukarsono, kepangkatan kepegawaian dirinya juga akan naik satu tingkat. Sebelumnya saat menjabat sebagai camat, bergolongan III A. Dengan jabatan barunya, golongannya menjadi III B. Ketika ditanya apakah kenaikan pangkat itu karena dia dekat dengan bupati atau menyetor upeti seperti yang tertulis di beberapa poster saat demo, Sukarsono membantah. "Tidak ada setor-setoran upeti atau karena dekat dengan Pak Bupati," kata Sukarsono. (asy/)


Berita Terkait