BIN Tidak Tahu Soal 4 Skenario Pembunuhan Munir
Rabu, 15 Jun 2005 16:18 WIB
Jakarta - Munir terbunuh setelah digunakan empat skenario pembunuhan oleh para pelaku. BIN yang diduga terkait dalam proses pembunuhan aktivis HAM itu, mengaku tidak tahu-menahu soal dokumen berisi skenario pembunuhan tersebut."Sampai saat ini, dokumen yang dimaksud TPF saya belum mengerti. Kalau mengatakan ada dokumen itu, tanya saja pada TPF," kata Kepala BIN Syamsir Siregar, usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR, di gedung DPR RI, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (15/6/2005)."Saya belum pernah melihat, apalagi membaca dokumen tersebut," lanjut Syamsir, menjawab pertanyaan wartawan mengenai empat skenario pembunuhan yang diungkap Tim Pencari Fakta (TPF) Munir.Syamsir membantah saat ditanya apakah BIN membuat analisis berbeda atas kematian Munir dibanding penyelidikan TPF maupun polisi. Pihaknya juga tidak pernah mengungkapkan kepada publik perihal analisis yang dimaksud."Sampai saat ini belum bisa dipastikan kalau polisi mengatakan kematian Munir karena racun. Darimana-darimana (analisa tersebut), kita tidak tahu. Sampai saat ini, secara bukti hukum, kami belum tahu," tegasnya.Meski demikian, BIN telah proaktif mengungkap kasus yang menggemparkan ini. Selain bekerjasama dengan TPF, BIN juga telah melakukan pemeriksaan internal di dalam lembaga itu."Tapi sampai saat ini belum ada bukti hukum yang bisa disampaikan ke polisi. Kami belum bisa mempublikasikan sampai sudah ada hal yang akurat," ungkap Syamsir.Dalam pemeriksaan internal itu, BIN memanggil enam orang untuk dimintai keterangan. Mereka adalah orang yang sama yang diminta keterangan oleh TPF dan polisi, yang berdasarkan jabatannya memiliki akses dalam kasus ini.Namun, mantan KaBIN Hendropriyono tidak termasuk yang diperiksa karena sudah keluar dari BIN. Syamsir juga sudah menyarankan secara lisan dan tertulis agar Hendro dan Mantan Deputi V BIN Muchdi PR memenuhi panggilan TPF.Bagaimana kalau dua orang tersebut tetap tidak menghadiri panggilan TPF? "Itu hak perseorangan dia. Secara organisasi kami sudah sarankan untuk hadir," katanya.
(fab/)











































