DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 12:23 WIB

Pernah Jadi Koordinator KMP, Ini Kata Mensos Idrus Marham

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Pernah Jadi Koordinator KMP, Ini Kata Mensos Idrus Marham Mensos Idrus dan istrinya (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/ detikcom)
Jakarta - Sebelum menjadi Mensos, Idrus Marham pernah menjadi Koordinator Koalisi Merah Putih (KMP) kumpulan partai yang kontra Joko Widodo. Idrus mengatakan saat itu memang ada perbedaan antara visi-misi Golkar dengan Nawacita Jokowi.

"Saya kira gini ya, patron kita adalah konsep pikiran gagasan, dan sejatinya itulah yang harus kita kembangkan. Persoalan bangsa ini hanya bisa diatasi apabila kesenjangan visi-misi bisa kita dekatkan," kata Idrus usai pelantikan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2017).




Idrus mengatakan perbedaan visi-misi yang diusung Golkar dengan Jokowi itu terjadi bukan hal yang substansial. Seiring berjalannya waktu ia tak lagi vokal mengkritik Jokowi. Menurutnya perbedaan visi-misi itu hanya terletak di penggunaan kata.

"Awalnya kesenjangan visi-misi, visi-misi Partai Golkar dengan visi-misi Nawacita Pak Jokowi itu hanya perbedaan-perbedaan penggunaan kata, misalkan Golkar bangun dari desa, visi Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran, bedanya di mana?" papar Idrus.

"Desa itu ada di pinggir, di pinggir itu kita temukan desa. Jadi sebenarnya nggak ada masalah, karena itu prinsip kita adalah kesenjangan visi harus kita atasi, dan kesenjangan visi ini komitmen Istiqomah melaksanakan visi itu, karena tinggal 1,5 tahun," sambungnya.


Sekjen demisioner Golkar itu dilantik sebagai menteri sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang maju ke Pilgub Jawa Timur (Jatim). Menilik sejarah politik sebelumnya, Idrus merupakan salah satu tokoh yang vokal mengkritik Jokowi dan pemerintahannya.

KMP merupakan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Mereka terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, PKS, PAN, dan PPP.

Saat mereka kalah di Pilpres 2014, KMP masih berusaha konsisten di legislatif. Dengan 5 partai, KMP menguasai legislatif meski kalah di eksekutif. KMP kerap menjenggal Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan gabungan partai pendukung pemerintah: PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura.


Kala itu, Idrus pun sering mondar-mandir ke kompleks parlemen meski bukan naggota DPR. Ia bahkan memakai mobil Lexus hitam dengan pelat B 2 KMP setelah ditunjuk sebagai koordinator KMP.

Saat ini, Idrus memang sudah lama tak memakai mobil pelat B 2 KMP. Namun kini, dia akan memakai mobil berpelat RI 30 yang merupakan mobil dinas untuk jabatan menteri sosial.
(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed