Samsuddin Tak Pernah Dengar Wiranto Sebut 14 Aktivis Tewas

Samsuddin Tak Pernah Dengar Wiranto Sebut 14 Aktivis Tewas

- detikNews
Rabu, 15 Jun 2005 15:14 WIB
Jakarta - Anggota Tim Penyelidik Penghilangan Paksa bentukan Komnas HAM, Samsuddin, mengaku tidak pernah mendengar Wiranto menyatakan 14 aktivis yang hilang pada 1997-1998 telah tewas seperti dilaporkan Ikohi.Menurut Samsuddin, pernyataan Ikohi itu justru akan menyulitkan tim dalam melakukan kerjanya."Pak Wiranto bertemu dengan kita tidak membicarakan substansi persoalan. Beliau hanya mengatakan, mohon maaf tidak bisa datang," cerita pensiunan mayor jenderal itu saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2005).Menurut Samsuddin, Wiranto sebenarnya menghormati Komnas HAM. Cuma karena dirinya masih terikat dengan Mabes TNI yang memutuskan tidak memenuhi panggilan Komnas HAM, makanya dia tidak mau datang. "Dia minta maaf untuk hal itu. Itu saja, tidak lebih," kata Samsuddin.Pertemuan Samsuddin dkk dengan Wiranto berlangsung di sebuah tempat minum di Gedung Lippo pekan lalu. Sedangkan Ikohi yang dipimpin Mugiyanto menyatakan, pernyataan Wiranto soal tewasnya 14 aktivis bersumber dari orang dalam Komnas HAM yang mengetahui hasil pertemuan di Gedung Lippo tersebut.Jadi, pernyataan Wiranto bahwa 14 aktivis itu tidak benar? "Saya malah tidak dengar. Anda dengar dari siapa?" jawab Samsuddin.Samsuddin juga menilai informasi itu justru menyulitkan tim dan akan menimbulkan konflik di masyarakaat. "Kenapa sih tidak bisa berpikir tenang? Jangan mengeksploitasi persoalan yang bisa menimbulkan macam-macam di masyarakat. Ini kan persoalan tidak gampang," kritik Samsuddin.Jadi tidak benar Wiranto berbicara seperti itu? "Saya waktu itu tidak dengar (Wiranto) omong seperti itu. Saya tidak dengar dan dia tidak akan ngomong begitu," elak Samsuddin.Samsuddin menyayangkan informasi dari Ikohi itu. "Itu justru akan menimbulkan masalah baru. Mau memperbesar masalah tanpa berpikir akibatnya. Ini menambah sulit untuk menyelesaikan persoalan ini," sesalnya. (nrl/)


Berita Terkait