DetikNews
Selasa 16 Januari 2018, 23:03 WIB

Hanura 'Ambhara' Sebut OSO Hambat Kader Maju Pilwalkot Padang

Ibnu Hariyanto - detikNews
Hanura Ambhara Sebut OSO Hambat Kader Maju Pilwalkot Padang Pengurus Hanura kubu Ambhara menunjuk Daryanto jadi Plt Ketum menggantikan OSO. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Partai Hanura kubu 'Ambhara' menilai Oesman Sapta Odang (OSO) mempersulit kader partai yang ingin mengikuti pilkada. Salah satunya di ajang Pemilihan Wali Kota Padang.

"Contoh di Padang. Itu ranah Minang, kampung Pak OSO. Kita punya lima kursi di Kota Padang, tapi nggak jadi mencalonkan," kata Ketua DPD Sumatera Barat Marlis di kantor DPP Partai Hanura, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/1/2018).


Marlis menambahkan, kegagalan mengikut Pilwalkot Padang itu karena surat keputusan dari DPP tidak keluar. Sebagai kader partai, Marlis pun kecewa.

"Kita membesarkan dan menjadikan partai itu dapat lima kursi bukan pekerjaan ringan. Tapi hanya untuk mencalonkan wali kota, kita tidak dapat SK-nya yang ditandatangani ketum dan tidak diberikan," ucapnya.


Marlis sempat meminta penjelasan kepada ketua tim pilkada pusat Partai Hanura, yakni Herry Lotung. Dia mempertanyakan apakah tidak keluarnya SK itu karena tidak menyetor mahar.

"Apa karena memang tidak bayar uang? Terus terang saja, Pak Herry yang sekarang jadi sekjen itu, nggak jelas itu, kami menuntut itu. Secara kepartaian kami kecewa dan menuntut secara psikologis politik tanggung jawab Ketum tidak memberikan SK terhadap calon Walkot Padang," urai dia.
(ibh/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed