Bayi Kembar Siam Mia dan Nia Masih Belum Stabil
Rabu, 15 Jun 2005 14:48 WIB
Jakarta -
Kondisi bayi kembar siam Mia dan Nia yang berhasil dipisahkan, Sabtu (11/6/2005) lalu, hingga kini masih belum stabil. Meski ada sedikit kemajuan, tim dokter RSCM menilai masih ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.Hal ini disampaikan Kepala Seksi Humas Satgas Bayi Kembar RSCM dokter Soedjatmiko dalam jumpa pers di RSCM, Jl. Diponegoro, Jakarta, Rabu (15/6/2005).Menurut Soedjatmiko, bayi Nia, yang dinamai Nurlela II oleh tim dokter RSCM, memiliki risiko lebih tinggi karena kebocoran jantung yang dideritanya pasca operasi. Untuk itu, tim dokter terus memberikan transfusi darah pada bayi Nia agar kadar hemoglobin dalam darahnya dapat distabilkan.Sedangkan bayi Mia (Nurlela I) menderita kelainan metabolisme, sehingga harus terus diberi infus glukosa lima persen. "Kemungkinan infeksi pada dua bayi masih tinggi, sehingga masih menimbulkan perhatian serius. Kita masih waspada," tegasnya.Dari kedua bayi ini, tutur Soedjatmiko, bayi Nia sudah mulai terlihat bergerak dan bayi Mia secara perlahan sudah mulai dikurangi ketergantungannya pada alat bantu nafas.Sampai sekarang kedua bayi yang dirawat di lantai II, bagian anak RSCM masih mendapat perhatian penuh tim dokter RSCM. "Ada tim dokter berjumlah 10 orang yang terus memonitor kondisi mereka setiap satu jam, 24 jam sehari," katanya.Bayi Nia dan Mia merupakan bayi kembar siam dari pasangan Nurlela dan Mulyadi, warga Kelurahan Otista, Jaktim. Pada saat lahir, kondisi mereka dempet pada dada dan perut. Keduanya menjalani operasi dan berhasil dipisahkan pada Sabtu lalu.
(umi/)










































