BPJS Ketenagakerjaan Cover Biaya RS 12 Korban Selasar BEI Ambruk

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Selasa, 16 Jan 2018 16:21 WIB
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan pihaknya akan menanggung biaya perawatan korban ambruknya selasar Tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada 12 korban yang terdaftar dan biaya perawatannya akan ditanggung hingga sembuh.

"Dari sekian banyak yang kemarin tercatat di media kan ada 72 (korban), nah yang merupakan peserta BPJS ada 12 orang. Sebagian sudah bisa kembali pulang tetapi masih dalam perawatan," kata Krishna di RS MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Sebanyak 12 orang yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan itu, dikatakan Krishna, dirawat di sejumlah rumah sakit. Korban yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan kebanyakan dirawat di RS MRCCC Siloam dan di RS Pertamina.


"Jadi pengamanan yang sifatnya psikologis atau apa pun namanya kita cover juga dalam arti, case manager kita yang ada di setiap cabang untuk melayani pendampingan kepada pasien tersebut. Karena apa? Karena komitmen kita untuk memberikan layanan sampai sembuh," ujarnya.

Daftar nama pasien yang ditanggung BPJS KetenagakerjaanDaftar nama pasien yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)

Selain itu, Krishna mengatakan korban di RS MRCCC Siloam yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan hingga siang ini masih ada 4 orang. Menurutnya, 1 orang akan diperbolehkan pulang dan 3 orang lagi masih menjalani perawatan.


Krishna mengatakan biaya perawatan para korban yang tidak tergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan akan ditanggung oleh pengelola gedung. Selain itu, Krishna mengimbau masyarakat menggunakan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami ingin mengingatkan atau mengimbau bahwa banyak kejadian yang tidak kita harapkan, apakah kecelakaan kerja atau pun sampai kematian. Mengingatkan kembali atau mengimbau setiap orang untuk bergabung bersama BPJS Ketenagakerjaan. Khususnya dua program dulu lah. Kita ada empat program, JHT, JKK, JKM maupun jaminan pensiun. Dua program dulu di sini pentingnya kejadian-kejadian ini bisa di-cover," jelasnya. (hri/hri)