DetikNews
Selasa 16 Januari 2018, 15:13 WIB

Terpidana Penipuan Rp 22,39 M yang Ditangkap Sudah Buron dari 2016

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Terpidana Penipuan Rp 22,39 M yang Ditangkap Sudah Buron dari 2016 Kejaksaan Agung menangkap Herry terpidana kasus penipuan sebesar Rp 22,39 miliar/Foto: Kanavino Ahmad Rizqo-detikcom
Jakarta - Kejaksaan Agung menangkap Herry terpidana kasus penipuan sebesar Rp 22,39 miliar di Bandara Soekarno-Hatta. Herry dinyatakan buron sejak 2016.

"Putusannya (vonis) sejak Mei 2016, kira-kira sekitar dua tahun," kata Kapuspenkum Kejagung, M Rum, di kantornya, Jalan Sultan Hasannudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Rum menjelaskan kasus penipuan itu terjadi pada Mei 2012. Saat itu Herry dan dipertemukan dengan Tommy Lybianto dan Lo Khie Sin, korban dari pihak PT Hengtraco Dinamika.

Dalam pertemuan, Herry berusaha untuk membujuk kedua korban agar melunasi kreditnya yang sudah macet terhadap aset-aset yang telah dijaminkan di CIMB Niaga Makassar.

Kejaksaan Agung menangkap Herry terpidana kasus penipuan sebesar Rp 22,39 miliarKejaksaan Agung menangkap Herry terpidana kasus penipuan sebesar Rp 22,39 miliar Foto: Kanavino Ahmad Rizqo-detikcom


Padahal aset-aset perusahaan di CIMB Niaga Makassar telah dinyatakan pailit berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK) Nomor 25PK/Pdt.Sus/2012 tanggal 19 Maret 2012.

"Sehingga mengalami kerugian senilai Rp 22.390.000.000, tutur Rum.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dicky Rahmat Rahardjo, menambahkan Herry awalnya divonis dua tahun penjara. Di tingkat banding, hukuman naik menjadi 3 tahun 6 bulan penjara.

"Tingkat pertama divonis dua tahun penjara kemudian di tingkat banding naik tiga tahun enam bulan dan di tingkat kasasi upaya hukumnya ditolak," ujar Dicky.

Selain itu, Dicky mengatakan putusan keluar pada pertengahan 2016. Namun saat Kejari akan mengeksekusi, Herry justru tak berada di Makassar.

"Yang jelas pada saat kami menerima vonis Mei 2016 tapi kami menerima sekitar pertengahan 2017, kami coba upayakan eksekusi di Makassar tidak pernah ditemukan. (Pada) bulan Oktober surat permintaan untuk penangkapan melalui monitoring centre Kejaksaan Agung," ujarnya.

 Kejaksaan Agung menangkap Herry terpidana kasus penipuan sebesar Rp 22,39 miliar Kejaksaan Agung menangkap Herry terpidana kasus penipuan sebesar Rp 22,39 miliar Foto: Kanavino Ahmad Rizqo-detikcom



Kejari Makassar akhirnya mengajukan permohonan penangkapan kepada Kejagung terhadap Herry. Dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (15/1) sekitar pukul 14.50 WIB.

Belum diketahui secara pasti selama masa pencarian itu mengenai tempat tinggal Herry. Begitu pula saat ditangkap di Bandara, Kejagung belum memastikan yang bersangkutan hendak pergi kemana.

Herry kemudian diserahkan ke Kejari Makassar sore ini. Herry mengaku hendak terbang ke Medan saat ditangkap di Bandara.

"Ke Medan," kata Herry.



(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed