Deplu Minta Klarifikasi Soal Perdagangan TKI di Kuwait
Rabu, 15 Jun 2005 13:45 WIB
Jakarta - Perdagangan TKI di Kuwait memicu keresahan pejabat di lingkungan Deplu. Deplu pun mengirimkan kawat ke KBRI Kuwait guna meminta klarifikasi dugaan keterlibatan stafnya dalam kasus itu."Kita sudah dua kali berhubungan dengan KBRI Kuwait. Deplu akan meminta klarifikasi tindakan orang-orang tersebut," kata Direktur Perlindungan TKI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Ferry Adamhar di kantornya, Gedung Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Rabu (15/6/2005).Hingga saat ini, Deplu belum menerima klarifikasi dari KBRI Kuwait. "Pimpinan Deplu pasti memfokuskan hal ini. Yang kita lakukan sekarang adalah dikawatkan dulu dan mereka harus menjelaskan," kata Ferry.Jika kasus ini memang terjadi dan bisa dibuktikan, maka pihak Deplu akan bertindak tegas. Namun, soal pelakunya hingga saat ini diduga belum melibatkan diplomat dari Deplu. "Hanya melibatkan staf lokal kedutaan setempat," katanya.Sekadar diketahui, beberapa staf KBRI Kuwait diduga terlibat kasus perdagangan manusia. Tudingan ini muncul berdasarkan pengakuan tiga mantan TKW di Kuwait. Tiga TKW ini mengaku dijual oleh staf lokal KBRI Kuwait kepada majikannya di negara-negara Teluk. Bahkan kisah pahit pun dialami salah satu TKW yang harus pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil. TKW ini diperkosa laki-laki Kuwait yang membelinya dari staf lokal KBRI Kuwait. Tampaknya derita TKI tidak pernah ada habis-habisnya.
(umi/)











































