Temanggung Masih Lumpuh

Temanggung Masih Lumpuh

- detikNews
Rabu, 15 Jun 2005 13:34 WIB
Temanggung - Ribuan PNS Temanggung tidak turun jalan Rabu (15/6/2005) ini. Tapi aktivitas perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Temanggung masih lumpuh juga hingga kini.Beberapa ruangan di kantor Sekretariat Kabupaten di Jalan Ahmad Yani yang setiap hari dipenuhi para PNS, sejak pagi hingga pukul 11.30 WIB tampak sepi-sepi saja. Ruangan kantor seperti Bagian Keuangan, kantor Humas dan Bagian Umum di lantai satu hanya diisi beberapa gelintir pegawai.Para pegawai hanya duduk-duduk di sekitar ruang kerja sambil ngobrol dan melihat siaran televisi. Di antaranya ada juga yang ngobrol santai membicarakan masalah aksi demo kemarin dan berita-berita mengenai kasus Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo."Hari ini banyak pegawai yang masuk tapi belum banyak pekerjaan yang dikerjakan," kata Agus S, salah seorang PNS di Sekretariat Kabupaten Temanggung.Sedangkan ruang kerja Setya Adji yang mundur sebagai Sekda, tampak tertutup. Pejabat pengganti yang telah diangkat oleh Totok yakni Bambang Dwiharto belum berkantor di ruangan tersebut.Sekitar 50 meter dari kantor Sekda yang masih dalam komplek sekretariat Pemkab, terdapat ruang kerja bupati. Hanya ada beberapa staf yang tampak. Bupati tidak ada di kantor sejak situasi kota tembakau itu memanas beberapa hari ini.Suasana di RSU Djojonegoro di Jl Dr Sutomo, hari ini normal. Aktivitas pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat berjalan seperti biasa, baik di poliklinik, Unit Gawat Darurat dan ruang rawat inap pasien.Hanya saja sebuah spanduk warna putih sepanjang 5 meter yang dipakai aksi demo kemarin masih terpasang di dekat pagar rumah sakit. Spanduk tersebut bertuliskan 'RSU Djojonegoro menolak Totok sebagai Bupati dan menolak pejabat baru RSU Karsono.'Sementara itu Camat Selopampang Endro Y.W yang saat ini dimutasi menjadi staf bupati tanpa jabatan mengatakan, sampai sekarang para PNS masih melakukan aksi mogok kerja hingga ada penyelesaian kasus tersebut. Sebab mutasi 78 PNS yang memicu protes dilakukan tidak secara prosedural yang didasari atas suka dan tidak suka."Kami masih tetap akan mogok kerja dengan risiko pelayanan masyarakat jadi terganggu dan sedikit terabaikan. Tapi ini risiko yang sudah kita pikirkan masak-masak," kata Endro yang masih mengenakan lencana tanda seorang camat dan sudah menjabat sebagai camat selama 7 tahun itu. (nrl/)


Berita Terkait