Dalam Pilkada Jawa Timur, misalnya, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarnoputri menggandeng Via Vallen dan Nella Kharisma, dua artis dangdut koplo yang lagi naik daun. Duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak ada Arumi Bachsin.
Bisakah mereka menjadi pendulang suara?
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari berpendapat, kehadiran artis dalam kampanye berfungsi untuk membuat suasana menjadi meriah. Kehadiran mereka juga bisa dimanfaatkan untuk mengendorse kandidat baik di media massa mau pun media sosial. Namun itu berlaku bagi calon yang belum popular.
Nah, untuk di Jawa Timur, Qodari menilai bahwa Gus Ipul dan Khofifah sudah lebih ngetop dibanding artis seperti Via Vallen dan lainnya. "Fungsi artis itu paling besar manfaatnya kalau calonnya belum ngetop. Nah kalau Gus Ipul itu sudah ngetop," kata Qodari saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/1/2018).
Kalau pun artis nantinya bisa mendatangkan massa ke arena kampanye, itu belum tentu memberikan sumbangan suara kepada si cagub dan cawagub. "Orang kan suka dengar lagunya belum tentu suka sama calonnya apalagi memilih sang calon," papar Qodari.
Anggota Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Guntur, Arif Afandi mengakui bahwa tujuan akhir dari digandengnya Via Vallen, Nella Kharisma, artis lainnya serta seniman Jawa Timur adalah untuk mendulang suara. Dia yakin semua artis yang dilibatkan akan memberikan efek perolehan suara bagi kubu Gus Ipul-Puti Guntur.
Sekretaris Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Sri Untari, mengatakan Via Vallen dan Nella Kharisma digandeng karena mewakili generasi milenial.
"Via Vallen ini kan masih muda dan mewakili segmen dari generasi milenial. Nella memang sudah menikah. Tapi masih digandrungi, masih muda dan juga mewakili generasi milenial," kata Untari.
Sementara kubu, Khofifah-Emil Dardak mengandalkan Arumi Bachsin untuk menggaet suara dari pemilih milenial. Namun baik kubu Gus Ipul-Puti Guntur mau pun Khofifah-Emil Dardak menyadari bahwa artis bukan faktor utama dalam mendulan suara.
Kedua kubu sadar bahwa program kerja merekalah yang akan menjadi daya tarik pendulang suara dari warga Jawa Timur. (erd/jat)











































