Via Vallen dan Strategi Dangdut Koplo Gus Ipul-Puti Guntur 

Via Vallen dan Strategi Dangdut Koplo Gus Ipul-Puti Guntur 

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 16 Jan 2018 08:06 WIB
Via Vallen dan Strategi Dangdut Koplo Gus Ipul-Puti Guntur 
Fuad Hasyim
Jakarta - Iki jaman milenial dudu kolonial / Kabeh wis digital sing meleng bakal tertinggal / Adu domba dilawan dengan adu karya / Walau nggak sama kita maju sama-sama / Kabeh Sedulur Sak Jawa Timur / Kabeh Sedulur Kabeh Makmur

Syair lagu Kabeh Sedulur Kabeh Makmur yang dilantunkan Via Vallen, itu mengiringi pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu malam, 10 Januari 2018. Di dalam salah satu klip yang diunggah ke Youtube, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini termasuk yang ikut bergoyang dan komat-kamit mengikuti lagu tersebut.

"Aku baru denger lagu itu ya pas nganter mba Puti ke KPU. Sepanjang jalan kaki diputer lagu itu ya aku jadi hapal," kata Risma saat bertandang ke kantor Detikcom, Senin (15/01/2018).

Selain Via Vallen, penyanyi dangdut koplo yang tengah kondang, turut digandeng penyanyi muda lainnya, Nella Kharisma. Di Jawa Timur Via Valen memiliki penggemar yang tergabung dalam wadah Vianisti. Adapun Nella Kharisma memiliki penggemar Nella Lovers.

Anggota Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Soekarno, Arif Afandi mengatakan ada beberapa alasan pihaknya menggandeng kedua penyanyi muda tersebut. Pertama, dua-duanya adalah orang Jawa Timur yang saat ini sedang naik daun dan punya pendukung fanatik yang besar.

"Semangat kami menjadikan semua sedulur (saudara). Via Vallen memiliki penggemar Vianisti dan Nella dengan Nella Lovers karena semangat untuk menjadikan sedulur itu kita ajak bersama-sama," kata Arif saat dihubungi melalui telepon.

Menurut Arif, selain memiliki fans fanatik antara Via Vallen dan Nella Kharisma juga memiliki ideologi dangdut koplo yang berbeda. "Nah Gus Ipul bisa menyatukan. Dari situlah kita sudah bisa mengimplementasikan jargon yang kami bikin, kabeh sedulur, Kabeh makmur," kata dia.

Selain Via Vallen dan Nella Kharisma, kubu Gus Ipul-Puti Soekarno juga akan menggandeng seniman-seniman Jawa Timur lainnya. Seperti Cak Lontong, Kirun dan lainnya. "Sudah menjadi komitmen Gus Ipul dan Mbak Puti untuk menjaga kesenian tradisional Jawa Timur. Semua dirawat," kata Arif.

Namun yang utama, kata Arif, Gus Ipul dan Puti Soekarno ingin menjadikan Pilkada Jawa Timur ini menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan, menyenangkan dan menjadi pendidikan politik bagi rakyat. "Itu yang utama," kata dia.

Arif mengakui bahwa tujuan akhir dari digandengnya Via Vallen, Nella Kharisma, artis lainnya serta seniman Jawa Timur adalah untuk mendulang suara. Dia yakin semua artis yang dilibatkan akan memberikan efek perolehan suara bagi kubu Gus Ipul-Puti Guntur.

Sekretaris Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Sri Untari, mengatakan Via Vallen dan Nella Kharisma digandeng karena mewakili generasi milenial.

"Via Vallen ini kan masih muda dan mewakili segmen dari generasi milenial. Nella memang sudah menikah. Tapi masih digandrungi, masih muda dan juga mewakili generasi milenial," kata Untari.

Namun Arif menegaskan bahwa untuk mendulang suara, Gus Ipul-Puti Guntur tak hanya mengandalkan artis dan seniman. Yang menjadi andalan utama mereka adalah program kerja untuk rakyat Jawa Timur.

"Kita tidak hanya mengandalkan figur, konten juga disiapkan dengan matang. artinya Gus Ipul sudah menyiapkan program-program kerja untuk Jawwa Timur Makmur," tegas Arif.

Via Vallen mengakui digandeng Gus Ipul-Puti Guntur sebagai bagian dari senjata kampanye. Dia mengaku cuma menyanyikan jingle untuk Gus Ipul-Puti tanpa ikut-ikutan dalam pertarungan politik di Pilgub Jatim 2018.

"Saya enggak ikut-ikutan di bidang politik. Jadi siapa pun yang mau undang Via, ayo, tapi Via nggak nyemplung di politik dan hanya sebagai artis profesional saja," ujarnya.


(erd/jat)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini