TPOSP Tak akan Gelar Pertemuan Tertutup dengan Prabowo-Sjafrie
Rabu, 15 Jun 2005 11:28 WIB
Jakarta -
Tim Penyelidikan Penghilangan Orang Secara Paksa (TPOSP) memanggil Letjen Sjafrie Sjamsuddin dan Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Belum ada konfirmasi dari keduanya apakah memenuhi panggilan atau tidak. Yang jelas, TPOSP tidak tertarik menggelar pertemuan 'ala Wiranto' dengan Sjafrie dan Prabowo. Keduanya dipanggil terkait kasus penculikan aktivis pada 1997-1998. Sjafrie dipanggil TPOSP dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Jaya pada saat itu. Sementara Prabowo dipanggil, karena saat itu menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. "Ya, jadwalnya. Tapi, kita tidak tahu apakah mereka akan datang atau tidak. Sekarang belum ada konfirmasi dari Babinkum," kata Ketua TPOSP Ruswiati Suryasaputra saat dihubungi detikcom pukul 10.00 WIB, Rabu (15/6/2005). Ruswiyati tidak memiliki rencana menggelar pertemuan tertutup dengan Sjafrie dan Prabowo seperti yang pernah dilakukan dengan mantan Pangab Jenderal (Purn) Wiranto. "Nggak, nggak ada rencana," kata dia. Sebelumnya, Ruswiyati bertemu Wiranto di cafe shop di Gedung Lippo, Jl. Sudirman, Jakarta, Jumat (10/6/2005) lalu. Ruswiyati didampingi anggota TPOSP Samsuddin. Pertemuan digelar setelah Wiranto tidak menghadiri pemeriksaan yang diagendakan dilakukan di kantor Komnas HAM, Jl. Latuharhari, Jakarta Pusat pada hari itu juga. Pertemuan tertutup ini sempat menjadi polemik. Sebab, para anggota TPOSP lainnya tidak mengetahui tentang pertemuan Ruswiyati-Samsuddin dengan Wiranto itu. Cara-cara pertemuan itu dipandang sebagai hal yang tidak lumrah. Lantas bagaimana bila Sjafrie dan Prabowo tidak hadir ke kantor Komnas HAM hari ini? "Walaupun mereka tak mau datang, kita tetap jalan saja," kata dia.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































