DetikNews
Senin 15 Januari 2018, 08:33 WIB

Tuntutan Belum Dijawab Facebook, FPI akan Bahas Langkah Lanjutan

Haris Fadhil - detikNews
Tuntutan Belum Dijawab Facebook, FPI akan Bahas Langkah Lanjutan Jubir FPI Slamet Maarif (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Juru bicara FPI Slamet Maarif menyebut belum ada jawaban dari pihak Facebook atas tuntutan yang mereka sampaikan saat aksi pada Jumat (12/1) kemarin. Menurutnya, FPI akan menggelar musyawarah untuk menentukan apa tindak lanjut yang bakal diambil terkait belum dijawabnya tuntutan tersebut.

"Belum ada (jawaban dari Facebook). Besok baru dimusyawarahkan," kata Slamet kepada detikcom, Minggu (14/1/2018) malam.

Tuntutan dari FPI ialah penjelasan oleh pihak Facebook soal diblokirnya sejumlah akun, seperti milik Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Sekjen FUI Al-Khaththath, termasuk akun Presidium Alumni 212. Menurut mereka pemblokiran dilakukan secara sepihak oleh Facebook.

Baca juga: FPI Beri Waktu Facebook Jawab Tuntutan Massa hingga Senin

"Kebanyakan akun pribadi. Kalau dari ormas kan FPI dan pejuangnya kena semua, termasuk akun 212 kena. Kalau pribadi, akun Habib Rizieq, Kiai Khaththath, saya pribadi ada dua akun FB saya diblokir. Sampai sekarang tidak bisa dibuka," kata Slamet di depan kantor Facebook, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/1) lalu.

Perwakilan massa FPI dan sejumlah ormas lainnya pun batal melakukan mediasi karena pihak Facebook Indonesia disebut sedang tidak ada di kantornya saat itu. Massa kemudian memberi batas waktu kepada pihak Facebook untuk menjawab tuntutan aksi hingga Senin.

"Hari Senin batas waktu yang kita minta kepada Facebook, melalui manajer pengolaan gedung disaksikan Kapolres dan Dandim. Jelas itu instansinya. Yang kedua kita tunggu sampai Senin jika tidak ada jawaban, baru kita bergerak lagi. Apakah bergeraknya seperti tadi, Kita menuntut pemerintah untuk berpartisipasi untuk membela rakyatnya. Kita minta tunggu sampai Senin," kata pembina Presidium Alumni 212 Eggi Sudjana.

Facebook sendiri telah menanggapi protes soal pemblokiran yang disampaikan massa FPI. Pihak Facebook menyampaikan keinginannya agar semua pengguna merasa aman dan nyaman menggunakan media sosial tersebut.

"Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya," demikian pernyataan resmi Facebook kepada detikcom.

"Namun kami akan menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan. Standar Komunitas kami dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka," terang Facebook.
(haf/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed