Gubernur Jateng Desak Mendagri Nonaktifkan Bupati Temanggung

Gubernur Jateng Desak Mendagri Nonaktifkan Bupati Temanggung

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2005 19:20 WIB
Semarang - Risih dengan berlarut-larutnya persoalan di Temanggung, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Mardiyanto mendesak Mendagri menonaktifkan Bupati Totok Ary Prabowo. Dia juga ingin bertemu Totok secara langsung secepatnya.Desakan gubernur itu terlontar setelah ia menerima 10 orang perwakilan PNS dan masyarakat Temanggung yang mendatangi kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Selasa (14/6/2005) sore. Ke-10 orang perwakilan itu meminta gubernur menyikapi hasil rapat paripurna DPRD Temanggung yang menyatakan Totok diberhentikan sementara."Saya tidak bisa langsung mengambil sikap ya atau tidak. Yang pasti, dengan adanya desakan ini saya juga akan meminta Mendagri menyikapi kondisi aktual ini. Terutama berkait dengan penonaktifan Totok oleh DPRD setempat," papar Mardiyanto dalam dialog di lantai II Kantor Gubernur.Mardiyanto menambahkan, dengan adanya perkembangan baru itu dirinya juga ingin bertemu Totok secara langsung, tidak melalui telepon. Dirinya akan meng-cross check mengapa Totok tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD untuk mengklarifikasi tindakannya. Mardiyanto mengaku sudah berusaha maksimal dalam menyelesaiakan masalah di Temanggung. "Kadang saya merasa dilangkahi juga. Soal pelantikan pegawai baru, misalnya, saya tidak tahu sama sekali. Tahu-tahu sudah pelantikan. Saya ingin tahu alasannya soal itu," terangnya.Mengenai proses hukum Totok, Mardiyanto menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya ke Polda Jateng yang saat ini masih menyelesaikan penyidikannya. Dia berharap Polda akan mempercepat penyelesaian kasus tersebut."Termasuk izin penahanan, itu juga saya serahkan ke penegak hukum dalam hal ini Polda. Saya akan masuk dalam wilayah pemerintahan saja, tapi tidak untuk wilayah politik atau hukum," katanya.Dalam dialog yang berlangsung selama dua jam itu, para PNS yang terdiri dari pejabat Setda Pemkab, dokter-dokter dan pegawai Dinas Kesehatan, Camat, dan Kepala Desa banyak mengeluhkan tindak-tanduk bupati Totok.Usai bertemu gubernur, 10 orang perwakilan itu mengabarkan kepada ratusan teman-temannya yang setia menunggu di lantai bawah dan di halaman Kantor Gubernur Jateng. Sebelum meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, mereka bersorak gembira mendengar hasil dialog dan membakar pocong sebagai simbolisasi Totok. (asy/)


Berita Terkait