DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 18:23 WIB

7 Bulan Kerja di Kapal China Tanpa Jelas Gaji, 83 WNI Dipulangkan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
7 Bulan Kerja di Kapal China Tanpa Jelas Gaji, 83 WNI Dipulangkan KJRI Guangzhou memulangkan WNI-ABK di Bandara Xiamen, China, Sabtu (13/1/2018) (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Sebanyak 83 tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan China, Fu Yuan Yu, dipulangkan. Mereka dipulangkan setelah ditelantarkan pemilik kapal dan tidak ada kejelasan gaji selama enam hingga tujuh bulan.

Konsul pada Konsulat Jenderal RI Guangzhou, China, Taufik Darnadi kepada detikcom, Sabtu (13/1/2018), mengatakan 83 ABK tersebut ditelantarkan dan ditampung di tempat penyimpanan ikan. Setelah mengetahui kasus tersebut, KJRI Guangzhou kemudian berupaya memulangkan para ABK ke Tanah Air dan memperjuangkan hak gaji serta bonus mereka.

"ABK sebanyak 83 orang bekerja pada kapal ikan Fu Yuan Yu milik RRT (China) merasa ditelantarkan, tidak jelas pembayaran gaji dan bonusnya. Dan mereka ditampung semua di palka (tempat penyimpanan ikan) di kapal Ocean Star 98. ABK rata-rata bekerja enam bulan sampai tujuh bulan," ujar Taufik.

Seluruh ABK tersebut berhasil dipulangkan ke Tanah Air dengan berbagai upaya yang dilakukan KJRI Guangzhou. Singkat cerita, urusan gaji dan bonus mereka ini beres pada akhirnya. Para ABK dipulangkan dengan tiga kloter. Namun, saat dipulangkan, 8 di antara 83 ABK itu yang belum mendapat kejelasan soal gaji dan bonusnya.

"Hanya ada 8 ABK yang belum jelas pembayaran gajinya, karena agen yang memberangkatkan mereka, yaitu PT Mojasindo, tidak jelas saat ini keberadaannya," kata Taufik.

Kecuali delapan orang tersebut, seluruh gaji dan bonus sudah dibayarkan. Taufik mengungkapkan 83 ABK ini diberangkatkan ke China melalui delapan agen tenaga kerja di Indonesia.

"Ke-83 orang ini diberangkatkan melalui delapan agen di Indonesia yang berbeda. Upaya KJRI memulangkan 83 ABK yaitu bekerja sama dengan kantor urusan luar negeri Provinsi Fujian dan Kepolisian Provinsi Fujian. Alhamdulillah membuahkan hasil dengan pemulangan mereka menjadi tiga gelombang," jelas Taufik.

"Kloter pertama dipulangkan tanggal 11 Januari 2018 sebanyak 30 ABK. Kloter kedua hari ini (13/1) sebanyak 41 orang. Kloter ketiga besok Minggu, 14 Januari 2018, sebanyak 12 orang," imbuhnya.

Pemulangan ABK dilakukan melalui Kota Xiamen, China. Taufik menuturkan kehadiran negara diperlukan untuk memediasi permasalahan yang dialami para ABK.

KJRI Guangzhou bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan WNI, BHI Kemenlu, dan BNP2TKI untuk proses penjemputan di Indonesia menuju kampung halaman ABK masing-masing.

"Kehadiran negara sudah dibuktikan dengan upaya-upaya KJRI Guangzhou memediasi permasalahan ABK Indonesia dengan pihak kapal ikan Fu Yuan Yu. Serta mengadakan pakaian kepada 83 ABK berupa baju, celana, dalaman, dan sepatu sebagai bentuk kepedulian," ucapnya.
(nvl/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed