Sejumlah Warga Trauma Ikuti Imunisasi Polio Gratis

Sejumlah Warga Trauma Ikuti Imunisasi Polio Gratis

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2005 18:19 WIB
Depok - Kasus balita muntah, diare, dan suhu badannya meninggi setelah mengikuti imunisasi polio pada 31 Mei 2005 lalu, membuat sejumlah orangtua di RW 21 Kampung Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, Depok trauma. Mereka tidak akan ikut lagi imunisasi polio tahap II yang akan digelar 28 Juni 2005. Keresahan warga ini diakui oleh Ketua RW 21, Ngatno. Saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (14/6/2005), Ngatno mengaku dalam rapat warga beberapa hari lalu, sejumlah warga mengeluarkan unek-uneknya bahwa mereka tidak akan ikut program pemerintah imunisasi polio gratis. Kekhawatiran warga ini dipicu oleh sejumlah balita yang mengalami diare, muntah-muntah, dan suhu badan panas seusai mengikuti imunisasi polio. Bahkan, seorang di antara mereka, Nabila, malah meninggal dunia. "Beberapa warga bilang kapok. Ya, saya bilang kepada warga, kalau memang ada yang keberatan, silakan saja tidak perlu ikut. Saya kan tidak bisa memaksa-maksa," kata Ngatno. Pihaknya tetap akan memfasilitasi pemerintah untuk menyelenggarakan imunisasi polio tahap kedua 28 Juni. "Saya siap-siap saja untuk menggelarnya. Tapi, saya masih menunggu koordinasi dengan Dinkes. Apalagi kasus ini terjadi pada RW saya," ujar dia. Salah seorang warga yang kapok mengikutkan anaknya pada imunisasi polio tahap kedua adalah Budi Permana. Warga di RT 05 ini masih trauma, karena anaknya, Andika Permana (2 tahun 3 bulan) mengalami sakit parah setelah mengikuti imunisasi tahap pertama. Andika mulai muntah-muntah, mencret, dan suhu badannya panas pada Kamis (2/6/2005), dua hari setelah imunisasi. "Padahal sebelum imunisasi, anak saya sehat dan ceria," aku Budi. Budi tidak membawa segera anaknya itu ke Puskesmas atau ke dokter. "Tidak ada biaya saya," aku bapak muda yang sehari-hari berjualan bakso ini. Akhirnya, Budi mengobati anaknya dengan obat-obatan tradisional. Andika mulai sembuh hari ini. Gara-gara inilah, Budi tidak akan lagi membawa anaknya untuk mengikuti imunisasi polio pada 28 Juni mendatang. "Jangan dah. Mendingan anak mati dari Tuhan, daripada mati di tangan manusia," ungkap dia.Budi juga menceritakan, para tetangganya juga akan bersikap sama. Mereka trauma terhadap kasus yang menimpa sejumlah balita usai imunisasi di RW tersebut. (asy/)


Berita Terkait