Arief mengatakan KPU selalu seperti dituntut untuk menjadi sempurna sebagai penyelenggara pilkada ataupun pemilu. Jika ada kesalahan sedikit saja, menurut dia, KPU akan 'dibantai' habis-habisan.
"Kami sendiri seperti bekerja di dalam akuarium yang kanan, kiri, belakang, depan bisa lihat. Kepeleset sedikit dicaci maki orang," kata Arief dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (13/1/2018).
Meski demikian, Arief enggan mengeluhkan situasi yang dialami KPU. "Tapi harus tetap hidup dalam akuarium itu," katanya.
Menurut Arief, KPU bisa mendapatkan kepercayaan publik soal independensi. Arief punya strateginya.
Bagi dia, KPU mesti menerapkan prinsip transparansi dalam bekerja. Informasi soal pilkada dan pemilu, menurut Arief, mesti dibuka ke publik.
"Bekerja profesional, sesuai regulasi. Kalau diterapkan KPU sampai KPPS, insyaallah bisa didapat kepercayaan publik. Kalau dua hal bisa kita jaga, keraguan KPU sekarang tidak independen akan bisa kita tepis," ujar Arief. (gbr/aan)











































