DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 09:18 WIB

Soal Copy-Paste Kemenangan di DKI, PKS: Tiap Daerah Punya Kekhasan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Soal Copy-Paste Kemenangan di DKI, PKS: Tiap Daerah Punya Kekhasan Foto: dok. PKS
Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan kemenangan di Pilgub DKI tidak bisa ditularkan (di-copy-paste) sepenuhnya ke pilgub di daerah lain. Menurut Mardani, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam kontestasi pilkada.

"Tentu spirit kemenangan DKI mau ditularkan, tetapi tiap daerah punya kekhasan, lain lubuk lain belalang. Jadi strateginya akan berbeda satu daerah dengan daerah lain," ujar Mardani kepada detikcom, Jumat (12/1/2018).

Namun spirit kemenangan di Pilgub DKI akan tetap dibawa ke pilgub di daerah lain. Mardani mengatakan semangat bersama umat dalam membela Islam dan ulama menjadi salah satu spirit yang akan dibawa.

"Yang pertama tentu spirit bersama umat, karena kita punya ikatan ideologis, agar bela Islam, bela ulama dapat menjadi roh kita," katanya.


Mardani juga mencontohkan salah satu strategi yang menjadi kemenangan di Pilgub DKI. Salah satunya adanya tim yang disebut 'semut hitam'.

"Tetapi bahwa salah satu kemenangan DKI itu ada pasukan semut hitam namanya. Gabungan dari seluruh sayap, kemarin kan ada Gerindra, PKS, PAN, kemudian relawan Mas Anies, Bang Sandi, semua di kelurahan bikin kelompok yang memetakan RT/RW, siapa tokohnya, siapa institusinya, bagaimana pendekatannya dan bagaimana ploting-nya. Sesudah itu mereka jagain, sampai sekarang pun masih dijaga," jelasnya.


Menurut Mardani, tim semut hitam di Pilkada DKI dapat diaplikasikan ke pilgub lain dengan model yang berbeda. "Disesuaikan kontennya dengan keperluan tiap wilayah," ungkapnya.

Mardani juga mengatakan pilkada berbeda degan gerakan 212. Untuk itu, PKS, PAN, dan Gerindra, yang berkoalisi di Pilgub DKI, tidak dapat juga berkoalisi secara permanen di seluruh pilkada.

"Pilkada ada syaratnya, ada yang kursinya tidak cukup harus berkoalisi, ada urusan keterwakilan komposisi tiap penduduk, ada tentang dana saksi yang harus ditanggung ramai-ramai. Nah dari banyak hal ini, kita berusaha sebisa mungkin menyatu tapi tetap memberi ruang kalau ada ijtihad, ini kan wilayah ijtihad namanya, wilayah tafsir masing-masing dan kerja samanya tetap dijaga," imbuh Mardani.


Sebelumnya, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath mengatakan imam besar FPI Habib Rizieq, yang saat ini berada di Arab Saudi, berpesan agar semangat 212 di DKI ditularkan ke daerah lain. Rizieq menitipkan pesan kepada tiga ketum partai itu agar mengusung calon yang direkomendasikan para ulama.

"Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, meminta kepada tiga pimpinan partai supaya meng-copas (copy-paste) yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provinsi lain. Nah, tentunya saya nggak tahu apakah ada mispersepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu," tutur Al-Khaththath di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).
(nvl/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed