Kakek Jomblo Ditemukan Tewas di Pondokannya
Selasa, 14 Jun 2005 16:27 WIB
Palu - Hidup menjomblo enak-enak susah. Susahnya, kalau meninggal dunia tidak cepat diketahui karena tidak ada anak istri di sekitarnya.Itulah yang dialami Lakamisi, pria yang hingga berumur 60 tahun mempertahankan status bujangnya. Laki-laki yang berprofesi sebagai tukang becak itu ditemukan tewas di pondokannya di Jl Bayam, Palu Barat, Sulteng, Selasa (14/6/2005) siang.Penyebab kematiannya belum diketahui. Dia diduga menghembuskan napas terakhir pada Senin (13/6/2005) malam, tapi baru ditemukan keesokannya harinya, saat tetangganya mencium aroma tak sedap dari pondokannya yang terkunci sejak Senin sore.Lakamisi tinggal sendirian di pondokannya sejak empat tahun lalu. Keluarganya baru mengetahui kematian Lakamisi setelah dihubungi Polsek Palu Barat.Menurut Nadia, keponakan Lakamisi, lelaki itu memang suka menyendiri. Biasanya ia datang minum kopi di rumah Nadia, jika sempat bertemu dengannya di pasar. Ia senang jika mengantar Nadia dengan becaknya usai belanja."Dia agak pendiam, tapi baik. Saya selalu diantar pulang ke rumah kalau selesai belanja di Pasar Inpres Manonda," aku Nadia.Jenazah korban rencananya diotopsi. Namun karena keluarga tidak mempersoalkan kematiannya, jenazah pun dibawa ke rumah sepupunya di Jalan Jamur.Mengetahui saudaranya sudah tak bernyawa lagi, Fatimah yang juga sepupu korban yang seumur dengannya, hanya bisa menangis dan memeluk jenazah Lakamisi. Direncanakan Lakamisi dikebumikan esok hari menunggu keluarga yang lain.
(nrl/)











































