DetikNews
Kamis 11 Januari 2018, 17:57 WIB

Hingga 2019, TNI Tambah Alutsista dari Pesawat hingga Kapal Selam

Zunita Amalia Putri - detikNews
Hingga 2019, TNI Tambah Alutsista dari Pesawat hingga Kapal Selam TNI menerima 6 pesawat dan helikopter dari PT DI (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan Indonesia telah menerima alutista baru untuk TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Total ada 12 pesawat yang akan datang ke Indonesia.

"Pemenuhan renstra kedua 2014-2019 adalah kemarin kita baru saja menerima alutista untuk kebetuhan AD maupun AL. AD adalah pemenuhan Pesawat Connex, kemarin juga sudah kita undang. Secara bertahap akan dipenuhi dengan renstra kedua ini semuanya 12 pesawat, dan sudah datang 9 jadi tinggal 3 lagi," kata Hadi di Kantor Kemenhan Gedung Nasution, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).


TNI AL mendapatkan pesawat CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan dua unit helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS). Hadi mengatakan pesawat ini telah dilengkapi sistem yang baik dan sudah teruji.

"Kemudian penambahan pesawat CN 235-220 MPA untuk pesawat patroli AL semuanya dilengkapi dengan sistem yang baik. Kemarin kita uji juga memiliki kemampuan cukup untuk operasi patroli maritim dan kemarin juga diserahkan pesawat AKS Anti Kapal Selam hanya rencananya adalah 11 pesawat tapi sudah datang 3 pesawat," tutur Hadi.


"Penambahan berikutnya adalah rencana ke depan untuk pesawat F5E yang hampir lebih dari 1,5 tahun sudah tidak terbang lagi, dan insyaallah bulan ini akan tanda tangan kontrak, bahwa perlengkapan semuanya komplet. Artinya adalah perlengkapan air to air dan air to ground semuanya dilengkapi termasuk singulator juga dilengkapi dengan jumlah pesawat 11," sambung Hadi

Selain pesawat, Hadi mengatakan ada penambahan radar Ground Control Interception (GCI) sebanyak 12 unit. Sehingga total akan ada sebanyak 32 radar untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.


"Kemudian penambahan lain adalah radar GCI bencana, yang sekarang ada 20, ke depan rencananya nambah 12 lagi. Sehingga bisa mengkover wilayah Indonesia sehingga total nanti 32 radar," ujar Hadi

Selain itu, TNI AL juga sudah mendapatkan satu perusak kawal rudal (PKR) baru, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai 332. Nantinya, TNI AL juga akan mendapatkan kapal selam.


"Saya juga meresmikan nama KRI BKR jadi KRI I Gusti Ngurah Rai 332 adalah pesanan dari 4 kapal yang sejauh ini sudah kita terima sebanyak 2 termasuk kapal selam yang juga akan bertambah sesuai dengan keinginan kita pada renstra kedua ini," ucap Hadi

"Mudah-mudahan di renstra kedua ini kita mendapatkan target 30%, sesuai dengan rencana starategis yaitu renstra pertama 30% dan renstra kedua 30%. Dan nanti renstra ketiga adalah 40%. Jadi semua bisa terealisasi 100%," sambung Hadi.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed