Bom Pamulang Dinilai Rekayasa untuk Kaitkan Ba'asyir
Selasa, 14 Jun 2005 13:11 WIB
Jakarta -
Siapa pelaku peledakan bom di rumah Abu Jibril di Pamulang, Tangerang? Sampai sekarang polisi belum berhasil menangkap pelakunya. Bom ini dinilai sebagai rekayasa pihak tertentu untuk mengaitkan Abu Bakar Ba'asyir dalam kasus bom. Penilaian ini disampaikan Ustad Muzakkir kepada wartawan seusai bertemu Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/6/2005). Muzakkir didampingi sejumlah ustad dan kiai dari Solo, Yogya, dan Jawa Timur. Pertemuan para ustad dan ulama dengan Zaenal Ma'arif itu dalam rangka mengupayakan pembebasan Ba'asyir yang kini ditahan di LP Cipinang. Muzakkir, yang juga Koordinator Muzakaroh Ulama dan Habaib, menyatakan, bom di kediaman Jibril merupakan rekayasa untuk mendiskreditkan Ba'asyir. "Rekayasanya sangat kentara. Setiap penahanan Ustad Abu (Ba'asyir) akan berakhir, selalu ada bom yang meledak," kata Muzakkir.Karena ini rekayasa tertentu, Muzakkir memprediksi polisi tidak akan mampu menangkap pelakunya. "Para pelaku itu tidak akan tertangkap, karena ini rekayasa," tutur dia yakin. Muzakkir juga membenarkan bahwa Abu Jibril mengenal Ba'asyir. Keduanya merupakan kawan dan sama-sama aktif di Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Munculnya tuduhan bahwa Ba'asyir dan MMI terlibat kasus peledakan, Muzakkir memakluminya. Sebab, saat ini aparat tengah mencarikan hubungan-hubungan untuk mengaitkan MMI dalam kasus bom. "Padahal, MMI itu tidak terkait sama sekali. Pihak tertentu hanya ingin mengait-ngaitkan," kata dia.
(asy/)










































