"Ya pasti saya siap maju di Pilgub Jabar 2018. Apalagi kalau ada penugasan-penugasan lainnya. Kata ibu Megawati, kader harus siap ditugaskan di mana saja," kata dia kepada para wartawan saat blusukan di Pangandaran, Ciamis, 28 Desember.
Sambil menunggu rekomendasi, usai tahun baruan dia terbang ke Jepang untuk mengajar di salah satu universitas di sana. Tapi rekomendasi yang dinanti ternyata jatuh ke tangan orang lain, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin. Toh dia tak terlalu kecewa, sebab selang beberapa hari kemudian menerima telepon dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang meminangnya untuk menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur.
Tapi keputusan soal itu bukan ada pada dirinya. Selain menjadi kewenangan Bu Leknya, Megawati, dia juga mensyaratkan perlu mendapatkan restu dari ayahandanya, Guntur Soekarnoputra. "Gus Ipul ya terus sowan ke mas Tok (Guntur) dan Bu Mega untuk diizinkan berpasangan dengan mbak Puti," kata orang dekat Saifullah Yusuf kepada detikcom, Kamis (11/01/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penunjukkan dirinya sebaga cawagub Jatim, Puti menyebutnya sebagai suratan takdir. Dia mengaku hal ini tak pernah masuk rencananya. Meski demikian, perempuan kelahiran Jakarta, 26 Juni 1971 itu siap menerima tugas dan menunaikannya dengan baik.
"Mengapa saya katakan siap. Karena kekuatan itu ada karena kita sekarang bersama-sama bergotong-royong untuk memenangkan Gus Ipul dan saya," ucapnya usai prosesi pendaftaran di KPU Jatim, Rabu, 10 Januari 2018, malam.
Puti mengingatkan, semasa perjuangan menuju kemerdekaan Kiai Haji Hasyim Asyari, pendiri NU dan Sukarno telah menjalin persahabatan dan kerja sama untuk bangsa dan negara. "Gus Ipul adalah cicit dari Kiai Haji Hasyim Asyari dan saya cucu dari Bung Karno. Kini, kami ditorehkan harus mengabdi khususnya untuk Jawa Timur, tetapi pengabdian ini adalah untuk bangsa dan negara," ucapnya.
(jat/erd)











































