Total yang ditemukan sudah tiga korban. Dua korban lainnya yaitu Suharto Usman (49) dan Hamim Tun (23) dan sudah dimakamkan Selasa (9/1) kemarin.
Kepala Basarnas Gorontalo, Muslimin, menyatakan setelah tim SAR dan gabungan tiba pada Selasa malam (9/1), tim langsung melakukan pencarian pada Rabu pagi (10/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban yang ditemukan di perkirakan akan tiba Jumat pagi (12/1) akibat sulitnya medan yang di lalui tim evakuasi.
"Tim rescue masih melanjutkan pencarian terhadap satu orangg korban yang belum ditemukan," lanjut Muslimin.
Dia juga menjelaskan, curah hujan yang tinggi di lokasi tambang dan Lokasi yang terjal adalah kendala tim SAR dan gabungan dalam melakukan pencarian korban.
"Kita juga minim peralatan yang di gunakan sehingga mempersulit Tim SAR gabungan yang berada di Lokasi tambang untuk melakukan pencarian," tegas Muslimin sambil menambahkan sulitnya jaringan komunikasi mempersulit evakuasi.
Sementara, Kapolres Pohuwato, AKB Ary Dony Setiawan menyatakan, tim yang turun melakukan evakuasi ada sekitar 14 orang.
"Informasi dari Kapolres Taluditi, tim yang berjumlah 14 orang baru tiba di lokasi tambang pada Selasa malam. Rabunya langsung melakukan pencarian," jelas Ary Dony
Diakui Kapolres, untuk sampai kelokasi tambang tim gabungan dari SAR, kepollisian dan warga memakan waktu dua hari. Lokasi yang berbukit dan harus melewati sungai besar. Lokasi tambang emas ini sudah lama di kelola warga. Pihaknya, sulit untuk menertibkan lokasi tambang yang dinilai rawan.
"Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah, soal tambang ini," lanjut Kapolres.
Seperti diberitakan, empat orang penambang emas tradisional, di Desa Mekari Jaya, Gorontalo, tertimbun longsor. Dua penambang sudah ditemukan pada Minggu malam dan satu korban ditemukan pada Rabu sore. (asp/asp)











































