"Tidak bileh lagi ada phobia terhadap Islam ataupun terhadap agama lain. Kita ini negara Pancasila, tidak boleh ada phobia terhadap Islam, Kristen, Katolik, Budha atau agama lainnya. Kalau politik kita berubah jadi politik SARA, bangsa ini bisa pecah," kata Rizal kepada wartawan.
Hal itu disampaikan Rizal usai menghadiri acara diskusi 'Prospek Ekonomi dan Politik 2018' di Kemang, Jaksel, Rabu (10/11/2017). Rizal mengatakan isu seputar SARA tidak perlu digoreng-goreng, karena persoalan bangsa ini sudah cukup banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan lain yang harus dipecahkan, kata Rizal, adalah persoalan berkaitan dengan ekonomi. Dia menyatakan pemerintahan Jokowi harus melakukan pembenahan.
"Masalah ada di golongan menengah ke bawah, kalau kebijakan ekonominya model begini ya itu super konservatif atau pengetatan maka ekonomi akan terus stuck. Kita harus tumbuh di atas enam persen," kata Rizal yang merupakan Menko Perekonomian di era Presiden Abdurahman Wahid ini.
"Tapi harus tinggalkan model konservatif ini. Ada caranya seperti saya katakan pompa ekonomi tapi bukan pakai anggaran tapi pakai evaluasi aset, pakai secruty aset, pakai BOT, BOO. sehingga harga pangan murah dan rakyat punya daya beli sehingga ekonomi tumbuh kembali," sambung Rizal.
Selainjuta Rizal meminta pemerintah memperbaiki mekanisme kredit. Kredit disarankan diberikan kepada lembaga yang track recordnya baik dan memiliki jangkauan jauh ke dalam masyarakat pedalaman. (fjp/fjp)











































