Cerita Akom dari Kamar Mandi hingga Jatuh Pingsan di RSPAD

Denita Br Matondang - detikNews
Rabu, 10 Jan 2018 18:05 WIB
Ade Komarudin (Akom) jatuh sakit. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Ade Komarudin (Akom) jatuh sakit. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Wasekjen SOKSI Abdul Razak bercerita soal Ade Komarudin (Akom) yang sekarang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum Akom ke RS, penyakitnya sempat 'kumat' di kamar mandi.

"Biasanya beliau sebelum mandi kan dia lari-lari, joging. Kebetulan karena buru-buru, dia nggak sempat joging, dia ke kamar mandi. Pas di kamar mandi itu, posisinya rencana mau buang air," ujar Razak di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).


Namun Akom tak jadi buang air. Dia akhirnya hanya menyender di bathtub. Razak melanjutkan, saat itu istri Akom sempat mencari suaminya.

"Dan Ibu bertanya, mana Bapak? Kan kalau di kamar, kalau nggak ada orang, kamar mandi lampu mati, tapi ini hidup, kayaknya masih dalam. Pas dibuka, ditanya ngapain, Pah? Eh kaget, kan kalau mapah sendiri kan berat, dipanggil ajudan, berdiri, dia belum sempat sikat gigi, dibawa ke tempat tidur, sikat gigi nggak usah ke kamar mandi, kan nggak sanggup," tutur Razak.


"Pas sikat gigi di atas tempat tidur, ayo kita ajak ke RSPAD saja. Pas di jalan itu, Bapak ada perasaan mau muntah, mau muntah saja. Tiba di RS, posisi pingsan dan langsung diambil tindakan (operasi)," sebut Razak.

Akom langsung dioperasi saat itu juga. Akom dioperasi di ruang ICCU RS.


"Segera diambil tindakan seperti... lihat sendiri sudah di sana. Sudah dioperasi pas jam 12.10 WIB, kurang-lebih 3 jamlah," ujar Razak mengacu posisi Akom di ICCU RSPAD.

Razak mengatakan, sejak divonis mengalami gejala stroke ringan, Akom disarankan beristirahat. Sayangnya, Akom tidak bisa beristirahat total karena aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan.

"Jadi pas sebelum Munas kemarin, dokter menyarankan harus bedrest paling tidak 14 hari. Harus istirahat total, mungkin karena aktivitas lain yang tidak bisa ditinggalkan," kata Razak. (dkp/tor)