Disebut Terima Hampir USD 1 Juta, Fayakhun Membantah

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 10 Jan 2018 15:22 WIB
Fayakhun Andriadi (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Fayakhun Andriadi menepis kesaksian Adami Okta di dalam sidang perkara suap proyek satellite monitoring Bakamla di Pengadilan Tipikor Jakarta. Fayakhun mengaku tidak menerima duit sepeser pun.

Aliran uang ke Fayakhun itu disampaikan Okta yang merupakan anak buah dari Fahmi Darmawansyah (Bos PT Melati Technofo Indonesia) yang memenangkan proyek satellite monitoring itu. Okta pun telah menjalani vonisnya yaitu 1,5 tahun dan kini sudah bebas.

Okta mengaku melakukan transfer duit ke Fayakhun atas perintah Fahmi. Namun, Okta tak pernah berkomunikasi langsung dengan Fayakhun, melainkan lewat perantara bernama Erwin Arief.

Atas hal itu, Fayakhun mengaku tidak tahu. Dia juga mengaku sama sekali tidak menerima uang.

"Saya tidak tahu, saya tidak menerima," kata Fayakhun ketika dimintai konfirmasi, Rabu (10/1/2018).

Sebelumnya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, Okta yang dihadirkan sebagai saksi mengaku mengirimkan uang sebesar hampir USD 1 juta kepada Fayakhun.


"Ada, dari Komisi I (DPR), Pak Fayakhun Andriadi, dari Golkar," jawab Okta.

Jaksa sempat menunjukkan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Okta dengan Fahmi. Isinya tentang Fahmi menyebut hitungan 1 persen sebagai bagian yang ditransfer Okta. Setelah dihitung, jumlah itu tertera sebesar USD 927.756. Berikut isi pesan tersebut:

Fahmi Darmawansyah: 1.220 T / 13.150 = 92.775.665 USD
1% x 92.775.665 = 927.756 usd
Sudah ditransfer 300.000 usd berarti kekurangannya 637.756 usd
Keterangan: payment of product

"Pada saat itu kami transfer kurang lebih hampir 1 juta dolar. Kurang dari 1 juta dolar," kata Okta.

"Tapi sudah ditransfer seluruhnya? lanjut jaksa.

"Sepertinya sudah," kata Okta membenarkan.

(dhn/tor)