Ini Alasan PDIP Usung Banyak Jenderal di Pilkada

Ini Alasan PDIP Usung Banyak Jenderal di Pilkada

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Selasa, 09 Jan 2018 19:06 WIB
Ini Alasan PDIP Usung Banyak Jenderal di Pilkada
Wasekjen PDIP Ahmad Basarah (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - PDIP menjawab soal alasan mengusung jenderal TNI/Polri untuk maju ke pilkada. PDIP menjelaskan siapa pun berhak mendaftar atau bergabung ke PDIP, termasuk purnawirawan TNI/Polri.

"Sepanjang keberadaan mereka dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan, maka siapa pun, termasuk TNI/Polri, dapat bergabung di PDIP, termasuk ketika mendaftar sebagai calon kepala dan wakil kepala daerah di PDIP. Kami terbuka terhadap TNI dan Polri," ucap Wasekjen PDIP Ahmad Basarah di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).


Basarah menerangkan setidaknya ada 15 jenderal yang berhasil memenangi pilgub saat diusung PDIP. Untuk pilkada tahun ini, PDIP mengusung Irjen Safaruddin (Pilgub Kaltim), Irjen Murad Ismail (Pilgub Maluku), dan Mayjen (Purn) TB Hasanuddin-Irjen Anton Charliyan (Pilgub Jabar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sekali lagi, ini konsekuensi karena PDIP membaiat dirinya, menahbiskan dirinya sebagai rumah besar kaum nasionalis. Jadi siapa pun Anda, sepanjang setuju dengan ideologi Pancasila, dengan nasionalisme, semua boleh bergabung di PDIP," terang Basarah.

Basarah juga sempat menanggapi soal isu SARA yang akan kembali membayang di Pilkada 2018, seperti halnya di Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, kampanye hitam semacam itu tidak bisa dihindari sebagai konsekuensi demokrasi liberal.


"Oleh karena itu, mari kita jalani dengan memegang rambu-rambu hukum yang telah kita sepakati bersama. Ada larangan melakukan black campaign, larangan mengeksploitasi dan mengamplifikasi isu SARA. Larangan money politics, dan larangan-larangan lainnya, maka kita patuhi," sebutnya.

Sebelumnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menepis tudingan PDIP sebagai partai polisi.

"Paling dekat itu saya bilang Sutiyoso, Jateng Mardiyanto, Lalu Sigit, Utomo, Karel. Jadi katanya PDIP itu adalah partainya polisi, loh nggak marah itu Pak Tito Karnavian (Kapolri, red) sama saya kok," ujar Megawati di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1). (nif/dkp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads