Dari pantauan detikcom, komisioner KPU Sumsel mempertanyakan ketidakhadiran Ketua DPD Hanura Sumsel Mularis Djauhari dan sekretarisnya. Di mana seharusnya kedua pentolan partai di DPD Hanura Sumsel ini ikut mengantar Herman Deru-Mawardi Yahya sebagai bentuk dukungan partai.
"Alhamdulillah pada sore hari ini pendaftaran kami telah diterima oleh KPU tanpa catatan dan bisa dikatakan berkas sudah lengkap. Setelah ini kami akan mengikuti proses tes kesehatan sesuai jadwal yang telah ditentukan KPU," kata Herman Deru saat ditemui di KPU Sumsel, Selasa (9/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ini kami tentu masih leluasa untuk bersosialisasi secara pribadi maupun bersama partai politik, karena belum ada jadwal yang diatur oleh KPU. Kami di tim internal maupun partai pengusung juga sudah solid dan berjalan di lapangan dengan jargon Bersatu Sumsel Maju," sambung mantan Bupati OKU Timur ini.
Sedangkan terkait maraknya politik kotor, yang dapat menjatuhkan salah satu paslon dan money politics, Herman Deru melalui penguatan tim yang solid untuk meraih kursi Sumsel 1 akan membentuk satgas untuk melakukan operasi tangkap tangan.
Satgas ini nantinya akan mengantisipasi terjadinya money politics. Artinya, satgas ini tidak hanya bertugas melakukan OTT pada paslon lain, tetapi juga pada timnya sendiri. Untuk penguatan, tim akan bekerja sama dengan Panwas.
"Harapan saya kepada seluruh paslon, ayo kita berkompetisi dengan sehat tanpa adanya kampanye hitam atau fitnah. Untuk menghindari terjadinya money politics, kami akan membuat satgas sendiri yang direkrut dari relawan," tutupnya. (asp/asp)











































