Sebelum Tinggalkan Kupang, Jokowi Resmikan Bendungan dan 2 PLBN

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 09 Jan 2018 16:18 WIB
Bendungan Raksasa Raknamo (Ray Jordan/detikcom)
Kupang - Usai menjalani beberapa kegiatan di Pulau Rote, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum kembali ke Jakarta, Jokowi menyempatkan untuk meresmikan bendungan raksasa Raknamo di Kupang dan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di NTT.

Jokowi tiba di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT sekira pukul 16.50 WITA, Selasa (9/1/2018). Jokowi langsung diberi penjelasan singkat lewat maket baliho mengenai proyek Bendungan Raknamo, PLBN Wini dan PLBN Motamasin.

Selanjutnya, acara peresmian dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Gubernur NTT Frans Lebu Raya memberikan sambutan.

"Ini merupakan bendungan pertama dari tujuh bendungan yang direncanakan di NTT. Bendungan ini adalah bendungan pertama yang Bapak Presiden groundbreaking sendiri pada 20 Desember 2014," kata Frans.

Frans juga mengatakan, seharusnya bendungan ini selesai pada 2019. Namun bisa lebih cepat tiga tahun dari rencana awal.

"Harusnya lima tahun, ternyata lebih cepat tiga tahun," kata Frans.

Tak hanya meresmikan bendungan, Jokowi juga meresmikan sekaligus dua PLBN, yakni PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, NTT.

"Bapak Presiden juga resmikan 2 PLBN. Ada 3 PLBN yang sudah selesai dibangun di NTT. Yang Motaain sudah diresmikan 28 Desember 2016 lalu. Wini dan Motamasin siap diresmikan hari ini," kata Frans.

Di sekitar PLBN nanti, kata Frans, juga akan dibangun sarana dan prasarana perbatasan, termasuk perumahan karyawan, pemukiman penduduk dan pasar.

"Pembangunan sarana dan perbatasan juga perumahan karyawan dan pemukiman juga dibangun di lokasi PLBN. Di PLBN juga tengah dibangun pasar," kata Frans.

Rencananya, setelah kegiatan peresmian ini Jokowi dan rombongan akan langsung kembali ke Jakarta melalui Bandara El Tari, Kupang. Perjalanan udara Kupang-Jakarta diperkirakan memakan waktu hingga tiga jam.

(jor/dnu)