Wartawan Perancis Bebas Setelah 5 Bulan Disandera di Irak

Wartawan Perancis Bebas Setelah 5 Bulan Disandera di Irak

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2005 06:25 WIB
Jakarta - Penderitaan wartawan Perancis Florence Aubenas ternyata lebih parah dibanding wartawan Metro TV Meutya Hafid. Aubenas disandera oleh kelompok bersenjata di Irak selama lima bulan, dibanding Meutya Hafid yang disandera selama seminggu pada pertengahan Februari lalu.Dalam pembebasan Aubenas, Pemerintah Perancis membantah telah membayar uang tebusan. "Tidak ada uang tebusan yang dibayar untuk membebaskan Aubenas," kata Mantan Menteri Luar Negeri Perancis, Michel Barnier seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Senin (13/6/2005). Michel ditugaskan oleh pemerintah Perancis untuk menangani kasus ini.Menteri Luar Negeri Perancis, Philippe Douste-Blazy menyatakan kebahagiaan atas bebasnya Aubenas yang merupakan reporter berita harian Perancis Liberation. Namun, dia tidak bisa memberikan informasi mengenai pembebasan jurnalis yang berusia 44 tahun itu. "Saya sangat senang, namun masih ada sandera lain yang ditahan di tempat Aubenas disandera," tukasnya.Direktur harian Liberation Serge July mengatakan, Aubenas adalah seorang pejuang yang luar biasa, dengan ketahanan psikologi yang tidak mudah terpatahkan. Aubenas tidak mengalami penyiksaan atau pelecehan selama disandera.Seperti diketahui, setelah disandera selama 157 hari dari 5 Januari silam, Aubenas kembali ke Perancis pada Minggu (12/6/2005).Meskipun telah berbicara kepada para wartawan, Aubenas belum memberikan informasi mengenai identitas para penculiknya atau bagaimana dia dibebaskan.Tiga orang Jurnalis asal Rumania yang juga disandera di Iraq selama dua bulan mengatakan mereka disandera selama 51 hari disebuah gudang bawah tanah berdekatan dengan Aubenas.Marie-Jeanne Ion, salah satu di antara tiga Jurnalis Rumania mengatakan, Florence adalah "pahlawan" di balik semua kisah penculikan ini. "Dia memberikan semangat kepada kita semua di saat mengalami depresi," tandasnya. (atq/)


Berita Terkait