TPF Temukan Fakta Konspirasi untuk Membunuh Munir
Senin, 13 Jun 2005 18:43 WIB
Jakarta -
Sedikit kabar gembira dari Tim Pencari Fakta (TPF) Pembunuhan Munir. Menjelang masa berakhir tugasnya, TPF menemukan fakta dan dokumen adanya konspirasi untuk membunuh aktivis HAM Munir. Namun temuan itu masih perlu dicarikan bukti. Anggota TPF Munir, Usman Hamid menyatakan, fakta konspirasi itu masih bersifat umum yang didapat dari hasil wawancara dan berita acara pemeriksaan (BAP). Untuk dijadikan fakta yuridis, temuan itu masih perlu dicarikan bukti. "Kalau kita uraikan secara utuh lalu dikorelasikan dengan informasi, dokumen dan rekaman yang kita miliki, gambarnya sangat gamblang adanya konspirasi pembunuhan itu. Tapi itu perlu dicarikan bukti materiil atau otentifikasi," kata Usman Hamid kepada wartawan di Sekretariat TPF, Jalan Latuharhari 4B Mentang, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2005).Temuan itu selanjutnya akan dijadikan rekomendasi untuk tim penyidik dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Masa kerja TPF akan berakhir 23 Juni 2005 mendatang. Untuk rekomendasi final, TPF masih akan melakukan evaluasi akhir kerjanya, Jumat (17/6/2005). Mengenai masa kerja TPF yang akan segera berakhir, Usman berpendapat, perpanjangan itu akan sia-sia jika kewenangan TPF tidak diperluas. "Sinyal perpajangan itu sudah positif. Tapi yang dibutuhkan lebih dari sekadar perpanjangan," ujar dia.Kalau TPF mau diperpanjang, lanjut Usman, harus diberikan kepada TPF penguatan kewenangan. Bila masa diperpanjang, tapi TPF masih kesulitan mendapatkan dokumen-dokumen, maka perpanjangan akan sia-sia. Saat ditanya mengenai penjadwalan ulang terhadap beberapa orang yang tidak menghadiri pemanggilan pada pekan ini, Usman mengaku pesimistis mereka akan hadir. Kemungkinan terbesar, para saksi yang mangkir dalam pemeriksaan akan direkomendasikan kepada tim penyidik untuk ditindaklanjuti.TPF hari ini gagal memeriksa mantan anggota Kopassus yang satu pesawat dengan Munir. Bambang mangkir, karena ketinggalan pesawat di luar kota. "Bambang Irawan kemungkinan akan dijadwal ulang kalau waktunya masih memungkinkan. Kalau tidak, nanti direkomendasikan langsung kepada tim penyidik mengingat TPF akan berakhir 4 hari lagi dan waktunya sangat padat," ujarnya.Sedangkan pertemuan yang ketiga dengan mantan Sekretaris BIN Nurhadi Djazuli sudah berakhir, namun hasilnya belum bisa diungkapkan.Bagaimana dengan dua orang kunci BIN, yakni Muchdi PR dan Hendro? Menurut Usman, keduanya tetap dijadwalkan dan diharapkan salah satu di antaranya bisa datang. Kalau semua tak bisa hadir, maka TPF akan merekomendasikan kepada tim penyidik agar bisa memanggil mereka.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































