Kapolres Kunjungi Nenek Tunadaksa yang Urus Anak Cacat Mental

Kapolres Kunjungi Nenek Tunadaksa yang Urus Anak Cacat Mental

Zulkipli Natsir - detikNews
Selasa, 09 Jan 2018 11:29 WIB
Kapolres Kunjungi Nenek Tunadaksa yang Urus Anak Cacat Mental
Bone - Kisah Indo Tuo, nenek penyandang tunadaksa yang mengurusi anak semata wayangnya, Tang (30), penderita cacat mental, mengusik aparat. Kapolres Bone AKBP Kadarislam menyambangi Indo Tuo dan memberikan simpati yang mendalam.

Kapolres Bone bersama puluhan jajarannya yang juga baru tahu pun langsung turun melalui Program Polisi Peduli dengan datang menyambangi gubuk memprihatinkan milik nenek Indo Tuo binti Mannu (65) di Dusun Pationgi, Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Bone, Sulsel, Senin (8/1/2018).

"Tentunya perasaan sangat sedih dan terharu ketika mengunjungi Nenek Tuo dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini. Kondisi kaki cacat yang hanya ditemani oleh seorang anak yang juga cacat mental ini patut ditolong," ungkap Kadarislam saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (9/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada lawatan kali itu, Kapolres Bone memberikan bantuan dana kepada Nenek Tuo. Serta bantuan sembako dari kapolsek setempat. AKBP Kadarislam menyatakan mereka bertemu pihak dari salah satu perusahaan besar yang melakukan survei ke rumah Indo Tuo. Perusahaan itu menyatakan berencana membangun tempat yang lebih layak untuk Indo Tuo.

"Saya sempat ketemu juga dari Kalla Foundation di lokasi, katanya dia lihat dari detikcom, kondisi rumah Indo Tuo, mereka lagi survei untuk memperbaiki rumahnya," terang Kapolres Bone.

Menurut warga setempat, Kurniati, kondisi gubuk reyot dengan dinding berlubang ini telah berdiri di lahan keluarga yang telah ditinggalinya selama 10 tahun lebih.

"Indo Tuo dan anaknya sudah tinggal di gubuk itu sudah lama, sekitar 10 tahun lebih, tapi belum pernah sekali pun diperbaiki. Sebelumnya bukan di kampung ini tinggal, waktu suaminya masih hidup," terang Kurniati.

Setelah belasan tahun dalam kondisi seperti itu, hal ini pun dianggap sangat miris, ketika pihak pemerintah setempat seolah tutup mata dan tidak mampu berbuat apa-apa. (asp/asp)


Berita Terkait