Wakapolri Ingatkan soal Bahaya Isu Hoax di Pilkada

Rina Atriana - detikNews
Senin, 08 Jan 2018 19:47 WIB
Wakapolri Komjen Syafruddin (Dok. detikcom)
Jakarta - Masa kampanye hingga pencoblosan pilkada serentak 2018 tinggal menghitung bulan. Wakapolri Komjen Syafruddin mengingatkan kembali terkait berita bohong (hoax) yang bisa muncul selama gelaran pilkada.

"Mulai dari ketidakpuasan, kemudian isu hoax bisa terjadi. Oleh karena itu Polri bukan hanya menyiapkan pengamanan fisik tapi cyber patrol kita juga sudah siapkan dan sudah operasionalkan," kata Syafruddin di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2017).


Menurut Syafruddin, isu hoax bisa dipakai pihak-pihak tertentu untuk menggerakkan massa. Ia pun mewanti-wanti agar Indonesia tak seperti Tunisia yang dilanda goncangan besar hanya karena banyak masyarakat yang termakan isu hoax.

"Isu hoax itu juga bisa memicu jadi hal yang tak pantas tak penting bisa saja dimainkan di pemilukada, sekarang lagi zaman millenial, zaman now, jadi itu perlu diperhatikan menjadi fokus kita isu-isu hoax bisa saja menggerakkan massa," tutur Syafruddin.

Video 20Detik: Perihal Pemanggilan Calon Kepala Daerah Tersandung Pidana

[Gambas:Video 20detik]



"Anda tahu di Tunisia bisa jadi goncangan besar itu karena dimulai. Jadi isu hoax sampai bisa fatal bagi sebuah negara. Oleh karena itu semua saya imbau untuk mengantisipaai ini," jelasnya.

Menurut Syafruddin, hingga kini kondisi tanah air masih kondusif meski sudah memasuki tahun pilkada. Namun, kepolisian telah menyiapkan pasukan untuk persiapan menghadapi masa kampanye.


"Setiap dinamika politik di situ kita akan antisipasi dari segi kekuatan. Tapi masih sampai saat ini, updatenya, kondusif kondisinya, namun kesiapan pasukan untuk pergrseran ke wilayah sudah kita siapkan untuk menghadapi masa sosialisasi kampanye pilkada," beber Syafruddin.

Pilkada serentak 2018 akan diikuti sebanyak 171 daerah. Dari 171 daerah tersebut, ada gelaran di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan, Agustus 2017. (rna/jbr)