SBY akan Beli Mobil Kepresidenan

Mobil Antipeluru Hilang

SBY akan Beli Mobil Kepresidenan

- detikNews
Senin, 13 Jun 2005 16:27 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini masih memakai mobil kepresidenan yang merupakan lungsuran dari presiden sebelumnya. SBY merencanakan segera membeli mobil kepresidenan yang baru. "Sudah ada rencana, namun belum bisa dipastikan kapan rencana itu akan direalisasikan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2005). Menurut Yusril, mobil kepresidenan yang dipakai SBY saat ini merupakan mobil warisan presiden sebelumnya yang telah dipakai sejak tahun 1998. Selama ini SBY wira-wira dengan Mercy gelap nopol RI 1. Mobil kepresidenan lungsuran dari Megawati sebenarnya ada empat, dua untuk RI-1 dan dua untuk RI-2. Di tengah rencana pembelian mobil baru itu, Yusril juga mengungkapkan ada mobil presiden antipeluru yang diduga hilang. Yusril mengaku pernah mendengar pembelian mobil kepresidenan antipeluru itu di masa presiden-presiden sebelumnya. Namun Yusril tak mengetahui di mana keberadaan mobil tersebut sekarang. "Setelah saya cek tak ada. Jadi saya tak tahu mobil itu ada di mana," kata Yusril.Mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mempersilakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit atas proyek pengadaan mobil antipeluru itu. "Apa pun yang diduga penyelewengan silakan saja dilakukan BPK untuk mengaudit karena itu kewenangan mereka," katanya.Dalam kesempatan itu, Yusril juga menjelaskan, pemerintah belum akan melakukan pembelian pesawat kepresidenan. Mensesneg sudah beberapa kali melakukan pembicaraan pembelian pesawat dengan SBY secara informal, namun SBY menolaknya. SBY akan membeli pesawat kepresidenan jika kondisi keuangan negara sudah membaik. "Beli mobil untuk pejabat tinggi saja, fraksi-fraksi di DPR sudah ada yang tidak setuju. Saya tak bisa membayangkan bagaimana nanti kalau kami berencana membeli pesawat kepresidenan," kata Yusril.Saat ini, menurut Yusril, sudah ada pesawat kepresidenan dengan daya angkut kecil. Pesawat itu hanya digunakan Presiden untuk melakukan kunjungan ke daerah. Tapi kalau kunjungan diikuti rombongan dalam jumlah besar dan lokasi yang dituju jauh, pemerintah menyewa pesawat Garuda. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads