DetikNews
Senin 08 Januari 2018, 10:45 WIB

Setelah Gaji, Kini Tunjangan PNS Gorontalo Wajib Ditransfer ke Istri

Ajis Halid - detikNews
Setelah Gaji, Kini Tunjangan PNS Gorontalo Wajib Ditransfer ke Istri PNS Gorontalo (ajiz/detikcom)
Gorontalo - Terhitung Februari 2018, seluruh PNS pria di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo harus mentransfer semua penghasilannya berupa gaji dan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) ke rekening istri. Untuk aturan gaji ditransfer ke istri, itu sudah berlaku sejak 2012.

"Saya instruksikan mulai bulan depan, gaji PNS pria plus TKD-nya harus masuk rekening istri. Kalau tidak, pembayaran TKD-nya ditangguhkan," tegas Gubernur Gorontalo Rusli Habibe, Senin (8/1/2018).

Kebijakan ini diambil mengingat masih ada laporan dari beberapa istri PNS yang tidak menerima nafkah dari suami. Bahkan ada istri yang tidak tahu berapa total penghasilan suaminya setiap bulan.

Kebijakan gaji PNS pria ditransfer ke rekening istri diterapkan sejak 2012. Sedangkan TKD masih masuk ke kantong suami.

"Kalau kemarin kebijakannya hanya transfer gaji suami. Tapi rupanya banyak gaji PNS yang sudah habis dijaminkan di bank. Nah sekarang saya maunya semua penghasilan, termasuk TKD, masuk ke rekening istri yang sah," papar gubernur dua periode itu.

Menurut Gubernur, kebijakan ini bisa mengurangi konflik rumah tangga PNS, salah satunya dipicu tidak ada transparansi soal keuangan suami-istri. Bahkan bisa berujung ke perceraian.

"Setiap instansi untuk segera menyesuaikan dengan kebijakan baru ini. Bagi PNS pria yang belum mendaftarkan rekening istrinya agar segera mengurus untuk pengalihan gaji dan TKD," jelas Rusli.

Untuk 2018, Pemprov Gorontalo menaikkan TKD pegawai di semua tingkatkan. Untuk staf biasa sebesar Rp 2,5 juta, eselon IV Rp 5 juta, eselon III Rp 7,5 juta, Kepala Badan Penghubung Jakarta (eselon III) Rp 8,5 juta, serta Kepala Biro dan Staf Ahli Gubernur masing-masing Rp 15 juta. Untuk jabatan kepala dinas menerima TKD Rp 17,5 juta, asisten Rp 19 juta, dan sekda sebesar Rp 30 juta.

Pembayaran TKD tiap orang berbeda. Tergantung pencapaian kinerja berdasarkan Sistem Pengukuran Prestasi Kinerja Pegawai (Siransija). Sistem online itu memuat tentang absensi pegawai, realisasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), integritas, dan berbagai indikator lainnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed