Curhat Megawati: dari Partai Polisi hingga soal PKI

Curhat Megawati: dari Partai Polisi hingga soal PKI

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 08 Jan 2018 09:35 WIB
Curhat Megawati: dari Partai Polisi hingga soal PKI
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - Saat mengumumkan pasangan calon yang diusung partainya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, banyak menepis tudingan. Di antaranya tudingan soal PDIP sebagai partai polisi hingga PKI.

Megawati cukup geram atas tuduhan isu PKI yang ditujukan kepada ayahnya dan PDIP. Megawati mengaku memiliki bukti bahwa Soekarno bukan orang PKI. Dia pun menegaskan Pancasila sebagai ideologi partai berlambang kepala banteng moncong putih.

"Bapak saya dibilang PKI padahal sudah diberi gelar oleh NU, yang sampai sekarang tidak pernah dicabut. Tolong dibersihkan dong. Sekarang (isunya) turun ke PDIP. PKI itu kan singkatan, Partai Komunitas Indonesia. Saya itu partainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ideologinya Pancasila," tegas Megawati di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konstelasi menjelang Pilkada Serentak 2018 memang mulai memanas. Bupati Banyuwangi Azwar Anas bisa dibilang menjadi salah satu 'korban' panasnya Pilgub Jatim. Menanggapi panasnya situasi pilkada, Megawati pun sengaja mengenakan baju hitam saat pengumuman paslon.

Tak sampai di situ, Megawati juga menyinggung soal pandangan publik yang menyatakan PDIP sebagai 'partai polisi'. Megawati pun tak mempersoalkan persepsi itu karena Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga tidak marah.

"Jadi katanya PDIP itu adalah partainya polisi, loh nggak marah itu Pak Tito Karnavian sama saya kok," terang Megawati.

Pandangan yang menyebut PDIP sebagai partai polisi, menurut Megawati, juga tidak tepat. Sebab, PDIP juga kerap mengusung anggota TNI, misalnya eks Gubernur DKI Mayjen (Purn) Sutiyoso, eks Gubernur Jateng Mayjen (Purn) Mardiyanto, eks Gubernur Jatim Mayjen (Purn) Imam Utomo, dan Gubernur Maluku Brigjen (Purn) Karel Albert Ralahalu.

"Katanya ada partai polisi, itu lihat daftarnya ada nama-nama yang saya jadiin, katanya nggak dekat. Sopo yang ngomong begitu? Nggak berani sih berhadapan. Kan membuat sepertinya dibikin perbedaan. Tak grompyong. Kan ada Sutiyoso dan lain-lain," ujar dia.

Tak hanya di situ, ia juga menyinggung soal status Presiden Joko Widodo sebagai petugas partai. Status Jokowi itu dipertegas oleh Megawati di sela-sela pengumuman pasangan calon yang diusung PDIP dalam Pilkada Serentak 2018 kemarin.

"Ketika saya jadikan Pak Jokowi orang kan sempet tidak mau tahu sepertinya Pak Jokowi jadinya oleh siapa. Mereka, yang lainnya semua lupa, saya punya tanda tangannya Pak Jokowi, dia adalah petugas partai untuk Ketua Umum PDI Perjuangan," kata Megawati. (zak/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads