Tong Djoe Minta SBY Tunjukkan Bukti Koruptor RI ke Singapura
Senin, 13 Jun 2005 15:20 WIB
Jakarta -
Upaya ekstradisi koruptor Indonesia dari Singapura masih mandek. Presiden SBY pun diminta menunjukkan buktinya. Siapa tahu, otoritas hukum Singapura percaya dan luluh, sehingga koruptor yang masih nongkrong di Negeri Singa itu bisa diseret.Pendapat ini disampaikan konglomerat Indonesia yang bermukim di Singapura, Tong Djoe, usai bertemu presiden di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/6/2005)."Kita tidak bisa sangka orang begitu saja. Kalau memang ada bukti-bukti, ya mereka (pemerintah Singapura) setuju juga. Nggak ada masalah saya rasa," kata Tong Djoe saat ditanya soal kemungkinan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura.Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah kebesaran jiwa pemerintah Indonesia dalam melakukan pembenahan sistem hukum, pembersihan jajaran aparatnya, dan penyelenggara negara dari oknum-oknum yang gemar KKN."Kalau mataharinya terang, tikus dan nyamuk akan hilang dengan sendirinya," kata Tong Djoe memberi kiasan.Tong Djoe juga mengaku tidak tahu siapa-siapa saja pengusaha Indonesia yang diduga terlibat kasus korupsi yang kini bersembunyi di Singapura. Dia justru balik bertanya kepada wartawan saat dikonfirmasi mengenai keberadaan buronan Edy Tanzil yang diduga nongkrong di Singapura."Edy Tanzil? Siapa itu? Saya belum kenal, you kasih kenal dong, mungkin saya nanti bisa bantu," kata pria gaek ini.Pertemuan Tong Djoe dan SBY terkait dengan pembahasan rencana kunjungan SBY ke Cina pada akhir Juli 2005 nanti. Tong Djoe selama ini merupakan penghubung antara pemerintah dengan pengusaha di Negeri Tirai Bambu itu."Kami bertukar pikiran agar ada hubungan antarswasta. Bukan hanya untuk perdagangan, tapi juga pendidikan dan pertanian. Setelah 60 tahun merdeka, sudah seharusnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Tong Djoe.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































