Arsul: Kasihan Sudirman Said Didukung PPP yang Tak Punya Legitimasi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 07 Jan 2018 16:15 WIB
Arsul Sani. (Foto: Danu Damarjati/detikcom).
Arsul Sani. (Foto: Danu Damarjati/detikcom).
Jakarta - Sekjen PPP Arsul Sani tak terima disebut bodoh oleh DPP PPP kubu Djan Faridz. Ini terkait dukungan terhadap Sudirman Said di Pilgub Jateng.

"Saya kasihan sama Sudirman Said (SS). Dibawa ke PPP yang legitimasi yuridis maupun sosiologisnya tidak ada," ujar Arsul Sani kepada detikcom, Minggu (7/1/2017).

PPP kubu Djan memang sudah memberikan dukungannya kepada Sudirman Said. Sementara PPP kubu Romahurmuziy yang diakui negara belum mengambil keputusan.


"Legitimasi yuridis tidak ada karena Djan Faridz (DF) tidak pernah punya SK Menkumham untuk kepengurusan PPP dan Putusan PK MA-RI sudah tegaskan kepengurusan yang sah adalah di bawah Romahurmuzy," ucap Arsul.

Anggota Komisi III DPR ini menyebut kubu Djan Faridz sebagai gerbong kosong. Arsul pun membantah DPP versi Djan yang menyebut basis PPP di provinsi tersebut ada di tangan mereka.

"Legitimasi sosiologis DF juga tidak punya. Mereka ibarat gerbong kosong. Sudah lebih dari 90% orang-orang mereka di Jateng islah dengan DPW dan DPC di bawah DPP Ketum Romi karena mereka ingin jadi caleg PPP dalam Pileg 2019," terangnya.

Arsul: Kasihan Sudirman Said Didukung PPP yang Tak Punya LegitimasiDjan Faridz dan Sudirman Said. Foto: (Indra Komara/detikcom).

Menurut Arsul, kubu Djan juga telah terpecah belah. Dia mencontohkan loyalis Djan, Dimyati Natakusumah yang lebih memilih pindah partai ke PKS agar bisa maju kembali sebagai anggota dewan.

"Di luar struktur, DF dan segelintir orangnya bahkan sudah dianggap bukan lagi sebagai orang PPP, apalagi setelah Dimyati Natakusumah yang menjabat Sekjen kubunya DF gabung PKS," beber Arsul.


Sebelumnya DPP kubu Djan menanggapi soal pelarangan dari PPP versi Romi kepada Sudirman Said untuk mendekati mereka bila ingin mendapat dukungan resmi dari PPP. Ketua DPP PPP kubu Djan, Ghazali Harahap menyebut Sudirman Said memiliki hak untuk berkomunikasi dengan siapapun.

"Itu kebodohan Arsul Sani. Pilkada kan target akhirnya jumlah suara. Jadi mana yang punya suara. Kalau mau jujur, yang punya basis di Jawa Tengah ya kami," kata Ghazali dalam jumpa pers di Solo, Sabtu (6/1). (elz/imk)