Empat Korban Bom Tentena Dirujuk ke RSAL Surabaya
Senin, 13 Jun 2005 14:56 WIB
Palu - Empat korban bom Tentena akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Surabaya, Senin (13/7/2005). Hal itu dilakukan setelah rumah sakit setempat tidak bisa melakukan operasi lebih lanjut untuk mengeluarkan serpihan bom di tubuh mereka dan perawatan pasca operasi.Dari Tentena, empat korban bom ini diinapkan di Rumah Sakit Bala Keselamatan, di Jalan Woodward, Palu Selatan. Mereka adalah Alex Tambuake, Werlin, Oscar dan Ani Pangkeni. Pihak Rumah Sakit Sinar Kasih Gereja Kristen Sulawesi Tengah tak bisa melakukan operasi lebih lanjut dan perawatan pasca operasi karena keterbatasan alat dan tenaga medis. Mereka kemudian memutuskan untuk membawa korban bom itu ke Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya.Di antara korban itu adalah Alex Tambuake, bocah tiga tahun yang diterjang bom, saat menemani ibunya berjualan di Pasar Tentena pada 28 Mei lalu. Meski kini ia sudah bisa bicara, namun belum bisa berjalan lantaran terjangan serpihan bom di kedua kaki mungilnya.Ia jarang bicara atau menangis. Namun, jika pengaruh obat penghilang rasa nyeri mulai lenyap, ia pasti menangis kesakitan. Ia merasakan benar nyeri di kedua kaki kecilnya."Dan kalau sudah begitu, pasti saya yang dicarinya. Dia tidak mau dipegang orang lain kecuali saya," aku Frans Tambuke, ayah bocah malang itu, pada detikcom di Paviliun Yaspis, RS Bala Keselamatan, sekitar 30 menit sebelum keberangkatannya ke Bandara Mutiara Palu.Lain Alex, lain Oscar. Remaja asal Tentena ini tak tahu jika lengan kanannya kemungkinan besar akan diamputasi. Lengan kanannya juga terkena serpihan bom, namun para dokter di Tentena tak bisa melakukan operasi lebih lanjut karena khawatir akan memperburuk kondisinya. Tangannya terlihat membengkak di bagian pangkal lengan, tapi mengecil ke arah bawahnya.Keempat korban ini menuju Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya dengan menumpang maskapai penerbangan Merpati Airlines dari Palu ke Makassar, lalu Surabaya. Para korban diperkirakan akan tiba di Surabaya pukul 15.00 WIB.
(nrl/)











































