SBY Pimpin Rapat Bahas SMS

SBY Pimpin Rapat Bahas SMS

- detikNews
Senin, 13 Jun 2005 14:41 WIB
Jakarta - SBY punya kerjaan baru: mengurusi SMS. Dan gara-gara SMS untuknya membludak, SBY pun terpaksa memimpin rapat membahas teknologi apa yang pas agar bisa menampung ribuan pesan singkat.Rapat membahas SMS itu digelar di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2005). Rapat dihadiri oleh orang-orang dekat SBY seperti Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng.Karena nomor ponsel SBY di 0811-109-949 SBY yang kadung dipublikasikannya merupakan nomor dari Telkomsel, maka pejabat provider ponsel itu pun menghadiri rapat itu.Hingga berita ini diturunkan, ponsel SBY bertipe Nokia Communicator 9500 masih tulalit. "Masih ribuan SMS yang tertahan di provider. Antre mau masuk. Karena melebihi kapasitas memorinya, HP jadi overloaded," kata Andi Mallarangeng dalam jumpa pers usai rapat.Pria berkumis itu menceritakan, Presiden sempat terkejut melihat antusiasme masyarakat mengirim SMS kepadanya. Lalu apa saja isinya? Mulai dukungan pemberantasan korupsi, mengingatkan agar rekrutmen pejabat dilakukan secara transparan dan berkualitas, ada yang meminta sumbangan, hingga ada yang bicara soal benda-benda keramat."Nanti disortir mana yang relevan untuk kita respons," kata Andi. Ponsel SBY mulai hang Minggu (12/6/2005) pagi. Setiap kali dinyalakan, ponsel mati lagi karena tidak mampu menerima data dalam jumlah besar.Solusi untuk mengatasi masalah itu salah satunya adalah dengan membuka lima nomor baru atau menggunakan server sebagaimana yang digunakan oleh kuis-kuis polling via SMS selama ini.Namun hingga kini belum bisa diputuskan teknologi mana yang akan dipakai karena masih dibahas pengaplikasiannya nanti di lapangan."Kalau bisa dalam waktu dekat sudah bisa diumumkan nomor yang bisa dihubungi masyarakat untuk pengaduan," janji Andi.Selain memimpin rapat untuk mencari solusi, SBY juga berkonsultasi dengan para ahli TI lewat telepon, termasuk dengan Roy Suryo.Berapa ongkos untuk pengadaan teknologi baru untuk SMS tersebut? Andi belum bisa menjawabnya. "Malah ada yang menawarkan gratis," jawab Andi tersenyum lebar. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads