HP Tulalit, SBY Siapkan Server

HP Tulalit, SBY Siapkan Server

- detikNews
Senin, 13 Jun 2005 13:58 WIB
Jakarta - Masyarakat yang mengadukan keluhannya kepada Presiden SBY lewat SMS, dalam waktu dekat tidak akan mendengar kata tulalit lagi. SBY akan menyiapkan server yang mampu menampung ribuan SMS yang masuk.Hal ini disampaikan Seskab Sudi Silalahi sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/6/2005). "Ke depan kita akan siapkan server sehingga semua keluhan/pengaduan bisa terakomodasi," ungkap Sudi.Pernyataan Sudi ini terkait erat dengan ponsel SBY yang hang setelah dipublikasikan kepada masyarakat karena diserbu kiriman SMS masyarakat secara bersamaan."Sebetulnya banyak laporan yang masuk dan minta cepat direspons, dan Pak SBY pun memilah-milah masukan tersebut. Yang sifatnya urgent ya langsung direspons. Jadi presiden juga berhati-hati," katanya. Terhadap pengaduan yang membutuhkan respons cepat, ungkap Sudi, SBY tidak segan-segan langsung menelepon pihak terkait. SBY memberikan arahan apa yang harus dilakukan pejabat-pejabat daerah, termasuk respons sedini mungkin. "Tapi kalau ada yang tidak puas, wajar saja," katanya. Namun untuk kasus-kasus tertentu, SBY disarankan untuk tidak ikut campur secara langsung. "Saya minta jangan semua yang bisa diselesaikan di tingkat kecamatan diurus presiden juga," katanya.Yang pasti, lanjut Sudi, semua level pemerintahan sudah bekerja semaksimal mungkin. Karenanya, jika ada yang belum efektif, dia minta semua pihak memakluminya. "Jangan anggap semua tersumbat," tegas Sudi.Sebelumnya Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng lewat rilisnya menyampaikan permintaan maaf SBY karena banyaknya pengirim SMS ke nomor 0811-109 949 yang gagal melayangkan pesan singkatnya karena ponsel SBY hang.Presiden SBY berharap masalah ini tidak mengurangi antusiasme masyarakat mengirimkan pesan kepadanya. Sebab ini bisa menjadi mata dan telinga Presiden yang langsung ada di masyarakat.Menurut Andi, ribuan SMS dikirimkan kepada Presiden SBY melalui nomor ponsel 0811-109-949 secara bersamaan, terutama Minggu pagi. Sehingga ponsel yang digunakan tidak mampu memproses begitu banyak SMS pada waktu yang bersamaan."Beberapa kali dicoba untuk melakukan perbaikan terhadap telepon genggam tersebut, ternyata sia-sia karena setelah dihidupkan kembali segera pula langsung macet," kata Andi.Presiden, lanjut Andi, telah menginstruksikan untuk segera menambah lima nomor telepon yang bisa dihubungi oleh masyarakat secara langsung selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Juga dikaji untuk menggunakan teknologi yang lebih tepat untuk menampung dan memperlancar masuknya semua SMS dari masyarakat. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads