"Kami di Jakarta melihat banyak pertemuan reuni di tempat ini karena adanya WA (WhatsApp) grup alumni yang membuat silaturahmi tersambungkan. Bandingkan alumni 5 sampai 10 tahun lalu, maka intensitas pertemuan alumni sangat tinggi. Bagi kita di Jakarta itu menghadirkan pergerakan perekonomian yang lebih baik," kata Anies di Asrama Haji, Jl Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018).
Hal itu disampaikan Anies dalam sambutannya di Reuni Akbar Himpunan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad. Dalam sambutannya, Anies juga bercerita tentang pengalamannya yang sempat 'mondok' di pesantren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah mondok di Pabelan. Kita hapal kelakuan satu satu. Bahkan yang suka iseng-iseng tahu. Yang iseng yang diingat kalau reuni. Kalau yang baik, normal, belum tentu diingat kalau reuni. Tapi kalau masa bersamanya ada masa aneh-anehnya cepat diingat," ucapnya.
Dia berharap kegiatan reuni bukan sekedar mengingat masa lalu. Namun, ada pembicaraan untuk menghadapi perubahan di masa depan.
"Ketika alumni sebuah perguruan pendidikan bertemu, maka konsentrasi bukan hanya pada masa lalu tapi juga masa kini dan masa depan. Pertemuan bukan untuk mengingat apa yang pernah terjadi di masa lalu, tapi menyusun langkah-langkah ke depan," kata Anies. (HSF/fdn)











































