SBY Harus Siap Dicaci Maki Jika Tidak Respons SMS

SBY Harus Siap Dicaci Maki Jika Tidak Respons SMS

- detikNews
Senin, 13 Jun 2005 12:25 WIB
Jakarta - Sambutan positif menyertai langkah Presiden SBY yang bersikap terbuka menerima SMS berisikan keluhan masyarakat. Namun jika tidak merespons SMS yang saat ini jumlahnya sudah ribuan itu, SBY harus siap dicaci maki.Peringatan itu disampaikan oleh pakar komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Dedi Jamaludin Malik dalam perbincangan dengan detikcom melalui telepon selulernya, Senin (13/6/2005)."SBY harus menjamin SMS itu direspons. Kalau tidak, justru akan terjadi proses delegitimasi. SMS akan berkurang, bahkan isinya hanya akan mencaci-maki. Nanti tidak ada lagi yang bakal percaya padanya," kata Dedi.Meski demikian diakuinya bahwa langkah SBY merupakan suatu terobosan yang sangat bagus. SBY memang harus melakukan langkah itu sebagai konsekuensi dipilih menjadi presiden secara langsung oleh rakyat."Saya kira dengan ini, komunikasi politik dengan rakyat jadi lebih cepat, murah dan sederhana. Hal ini juga akan menimbulkan suasana kebatinan pada masyarakat, bahwa hubungan dengan presidennya sangat dekat," urai Dedi.Dedi hampir tidak melihat ada sisi negatif dari langkah ini. Tinggal bagaimana SBY menyusun mekanisme yang jelas untuk menindaklanjuti keluh kesah dan masukan dari rakyat melalui SMS itu."Presiden butuh tim untuk membuka SMS secara cepat, mengklasifikasi mana yang urgen, setengah urgen dan tidak urgen. Yang urgen harus ditindaklanjuti langsung dan diungkapkan pada publik mengenai proses dan hasilnya," sarannya.Diperkirakan, fenomena SMS akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Dalam kurun waktu itu, bisa diketahui jumlah kiriman SMS meningkat atau menurun. "Kalau naik, berarti usaha SBY berhasil dan aspirasi rakyat terpenuhi," kata Dedi. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads