SMS SBY Ide Bagus, tapi Lemah Implementasi
Senin, 13 Jun 2005 12:28 WIB
Jakarta - Ide Presiden SBY membuka layanan SMS untuk pengaduan kasus-kasus yang ada di masyarakat merupakan ide bagus. Tapi, ide ini lemah implementasi. Apa SBY punya waktu untuk membuka SMS-SMS yang dikirimkan masyarakat itu? "Itu ide yang bagus. Tapi, implementasinya tidak cukup. Tidak mungkin SBY membuka SMS itu, sangat sulit," kata Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif kepada wartawan di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Senin (13/6/2005). Bisa jadi, masyarakat sangat antusias untuk ber-SMS-ria kepada SBY, mengingat menggunungnya masalah yang ada di negeri ini. Tapi, Zaenal memperkirakan SBY tidak akan berkesempatan membuka SMS-SMS itu secara keseluruhan, karena kesibukannya yang padat. Karena itu, bila ide ini tetap dijalankan pemerintah, sebaiknya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra mengambil alih pelaksanaan hal ini. "Mensesneg bisa membuka SMS-SMS itu dan melaporkannya kepada Presiden serta mempublikasikan kepada masyarakat," ungkap dia. Zaenal juga meminta agar SMS-SMS yang sudah masuk ke jalur Presiden itu tidak dicueki begitu saja. "Kalau memang serius, ya SMS-SMS itu ditindaklanjuti, jangan didiamkan," kata dia. Sebelumnya, Presiden SBY mempersilakan masyarakat mengadukan permasalahan kepada dirinya melalui SMS ke nomor 0811-109-949. Masyarakat menyambut baik. Sampai-sampai nomor handphone itu hang karena terlalu banyak SMS yang masuk.
(asy/)











































