Jelang Pilpres 2019, Fahri: Perlu Ada Kontestasi Ide Tiap Capres

Jelang Pilpres 2019, Fahri: Perlu Ada Kontestasi Ide Tiap Capres

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Jumat, 05 Jan 2018 16:52 WIB
Jelang Pilpres 2019, Fahri: Perlu Ada Kontestasi Ide Tiap Capres
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Gibran Maulana/detikcom)
Jakarta - Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo menjadi kandidat capres 2019 teratas di setiap hasil survei. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpendapat publik masih mencari sosok pemimpin alternatif selain kedua tokoh tersebut.

"Belum tentu (hanya Prabowo dan Jokowi yang akan terpilih), belum tentu juga. Sebab, kalau kita lihat survei-surveinya kan justru ada gejala juga bahwa publik mencari alternatif (pemimpin baru)," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/1/2018).


Fahri menuturkan sebaiknya calon-calon yang akan maju pada Pilpres 2019 melakukan kontestasi ide yang seharusnya sudah dapat dilakukan pada tahun ini. Menurutnya, Presiden Jokowi sebagai petahana dapat menyampaikan segala pencapaiannya selama menjabat kepada masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa nggak ini kita mulai dengan kontestasi ide. Incumbent jelaskan apa yang sudah dia lakukan, dan kita mulai buka perdebatannya dari awal."

"Saya menganggap seharusnya kan perdebatannya itu lebih lama, harusnya awal 2018 itu sudah ada kontestasi ide. Maka saya menganggap bahwa kritik orang kepada Jokowi itu harus dijawab sebagai petahana. Beliau harus jawab secara baik dan mendalam supaya mulai ada perlombaan ide-ide," tuturnya.


Fahri mengimbau masyarakat, terutama di daerah-daerah, seperti Papua dan Maluku, serta universitas bisa mengundang calon-calon yang maju pada Pilpres 2019 untuk kontestasi ide. Tujuannya mengemukakan pandangan mereka terhadap daerah-daerah tersebut.

"Saya mengimbau kampus-kampus dan daerah-daerah, mulai undang tuh calon-calon (presiden), suruh debat di daerah-daerah itu. Apa sikap capres itu bagi Maluku Utara, apa sikap capres itu bagi Bali, apa sikap capres bagi NTT, bagi Papua. Bagaimana mau menyelesaikan masalah Papua, apa janji mereka kepada rakyat Aceh, semua buka dong. masa ini ditutup-tutup terus kita bengong saja ngelihat dia lima tahun nggak jelas," ujarnya. (yas/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads