DetikNews
Jumat 05 Januari 2018, 16:37 WIB

13 Penumpang Tewas karena Nakhoda Speedboat Lalai

Raja Adil Siregar - detikNews
13 Penumpang Tewas karena Nakhoda Speedboat Lalai
Palembang - Sebelas korban hilang speedboat KM Awet Muda di perairan sungai Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan, seluruhnya telah ditemukan. Total 13 penumpang dinyatakan tewas dan tim SAR gabungan resmi menutup pencarian secara mulai Pukul 09.30 WIB hari ini.

Penutupan proses pencarian dilakukan setelah tim SAR gabungan Basarnas, TNI AL, Brimob, Ditpolairud Polda Sumsel dan Polres Banyuasin menemukan Farlan Hidayatulah (8). Farlan merupakan korban terakhir yang ditemukan di sungai Apung, perairan Sungsan Banyuasin atau 1 jam dari lokasi speedboat mengalami kecelakaan.

"Seluruh korban sudah ditemukan tadi sekitar Pukul 09.00 WIB, ini sekaligus menutup proses pencarian yang dilakukan setelah 11 orang dinyatakan hilang setelah kecelakaan. Sehingga Pukul 09.30 WIB tim gabungan resmi menutup pencarian karena dari data yang dilaporkan seluruhnya telah ditemukan," kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (5/1/2018).

Selanjutnya, dari 11 korban yang ditemukan dan sudah teridentifikasi melalui data antemortem dan postmortem, langsung diserahkan pada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. Mengingat mayoritas jenazah yang ditemukan kondisinya sudah mulai mengalami pembusukan karena terendam di air asin.

"Untuk korban sebenarnya semua sudah teridentifikasi melalui data antemortem, seperti riwayat hidup, pakaian yang digunakan dan identitas lain, hanya secara prosedur itu juga harus dinidentifikasi melalui data postmortem. Jadi dari 11 korban yang sudah teridentifikasi seluruhnya baru 2 orang dan dipastikan semua selesai hari ini," sambung Kapolda.

Polisi Buru Nakhoda Speedboat

Selain memastikan seluruh identitas korban teridentifikasi, polisi juga sedang melakukan pengejaran terhadap Adi, warga Karang Agung yang merupakan serang (Nakhoda) speedboat. Adi diketahui selamat saat insiden speedboat dihantam ombak setinggi 1,5 meter namun saat ini tidak diketahui keberadaanya.

Tidak hanya Adi, Ditpolairud Polda Sumsel dikatahui saat ini telah mengamankan Irwan alias Somad selaku kenek speedboat. Irawan ikut selamat dalam insiden, tapi berhasil diamankan tim SAR untuk dimintai keterngan.

"Serang atau nakhoda sekarang sedang kita cari, jadi rolong segeralah menyerahkan diri untuk memberikan pertanggungjawaban. Karena dari hasil keterangan saksi-saksi ada indikasi kelalaian dan menyebabkan korban meninggal dunia," sambung Zulkarnain.

Jika terbukti adanya kelalaian yang dilakukan Adi selaku serang speedboat, maka dapat dijerat Pasal 359 KUHP dan Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008.

Sebagaimana diketahui, speedboat yang ditumpangi 55 penumpang berangkat dari Karang Agung pada Rabu (3/1) sekitar Pukul 17.00 WIB. Speedboat sempat mengalami kerusakan salah satu mesin sebelum akhirnya dihantam ombak setinggi 1,5 meter di wilayah Tanjung Serai.

Tingginya ombak membuat speedboat langsung tenggelam, 2 orang ditemukan meninggal dunia 3 jam setelah kejadian, 11 orang dinyatakan hilang dan 42 orang selamat setelah bertahan hidup selama 30 menit diatas perairan. Mereka selamat setelah mendapat bantuan dari ketek (perahu kecil) masyarakat yang melintas di lokasi.

Berikut adalah 13 identitas korban meninggal dunia yang sudah teridetifikasi melalui data antemortem:

1. Mulyono (35)
2. Bunga (8) adalah anak Mulyono
3. Williansyah (23)
4. Arri Putra Kuriasandi (24)
5. Naziri (47)
6. Farlan Hidayatullah (6) adalah anak Naziri
7. Eprianto (26)
8. Yusril (53)
9. Syafaruddin (36)
10. Suhendri (31)
11. Rico (38)
12. Sofia Irawandi (35)
13. M Dinur (57)
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed